Tuesday, November 20, 2018

Tutorial Cepat Konfigurasi Routing Static Cisco Packet Tracer

Tutorial Cepat Konfigurasi Routing Static Cisco Packet Tracer

Assalamu'alaikum wr.wb

A. Pengertian 

Pada kesempatan ini saya akan membuat tutorial Konfigurasi Routing Static di Cisco Packet Tracer. Cisco Packet Tracer adalah sebuah software aplikasi yang dikhususkan buat simulasi jaringan pada perangkat cisco. Routing Static ialah sebuah metode pencarian jalur tercepat yang dilakukan secara manual konfigurasinya. Routing tersebut harus tahu 3 hal yaitu Network, Netmask dan Next Hop. Network pada routing static dimana router 1 tidak kenal network yang berada di router 2 dan router 1 melakukan penambahan network dan netmask sesuai di Router 2. Next Hop atau gateway yaitu gerbang dimana routing tersebut lewat untuk keluar mencari jalur tercepat. Oke teman-teman itu sedikit penjelasan routing static menurut saya


B. Alat dan Bahan pengerjaan
  • Aplikasi Cisco Packet Tracer
C. Jangka Waktu pengerjaan

Untuk jangka waktu sekitar 5-10 menit proses pengerjaan dan pengujian.

D. Tahap Pelaksanaan 

Langkah 1 Buatlah topologi

Sebelum ke konfigurasi Routing Static langkah awal buatlah topologi dengan 2 router, 2 switch layer 2, 1 server dan 2 client. Untuk kabel 2 router pakai kabel serial DTE, router ke switch pakai kabel straight dan switch ke client atau server juga pakai kabel straight.

Topologi Routing Static di Cisco Packet Tracer

Langkah 2 Setting Ip address Router

Langkah selanjutnya konfigurasi alamat ip pada router masing dengan subnetting yang udah ditentukan, sepeti contoh pada topologi jaringan. Namun pada artikel ini anda juga harus setting router 2 jika tidak jelas bisa lihat video paling bawah artikel ini.


R1(config)#int g6/0
R1(config-if)#ip add 192.168.13.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#int s2/0
R1(config-if)#ip add 16.16.16.1 255.255.255.252
R1(config-if)#no sh

Konfigurasi Ip address Router

Langkah 3 Konfigurasi alamat ip Client atau Server

Pada langkah ketiga ini setting juga alamat ip client dan server yang udah ditentukan. Disini hanya saya contohkan pada P1 namun teman-teman lakukan di L1 dan server.


Langkah 4 Konfigurasi Routing Static

Langkah keempat ini teman-teman harus memperhatikan dimana network yang belum dikenali dan juga gerbang atau gateway yang akan digunakan. Disini saya contohkan pada R1 yang tidak mengenali Network pada jaringan server R2.

ip route 192.168.14.0 255.255.255.0 16.16.16.2

Konfigurasi Routing Static

Saya sertakan Videonya :



Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Load comments