Wednesday, November 20, 2019

Tutorial konfigurasi Bridge di Router Cisco

Tutorial konfigurasi Bridge di Router Cisco

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara konfigurasi Bridge di Router Cisco - Bridging merupakan teknik yang digunakan untuk menggabungkan bebrapa interface interface pada router kedalam satu segmen jaringan. Setiap interface pada router itu berbeda jaringan, jadi jika kita melakukan bridging, maka fitur routing akan hilang pada interface yang di bridge. kita tidak perlu menambahkan pengalamatan logika kepada interface tersebut. Interface yang di bridge akan berfungsi hampir sama seperti switch.

Nah dalam perangkat cisco model bridging dibedakan menjadi dua yaitu :

CRB (Concurrent Routing and Bridging) digunakan untuk menbridge port-port di router (bridge ports). Tapi port lain yang tidak di bridge masih memiliki fungsi routing (router ports). Pada jenis bridge CRB ini port-port bridging(bridge ports) dan port yang tidak dibridge (router ports) tidak dapat saling berkomunikasi. alias bridge ports terisolasi.

IRB (Integrated Routing and Bridging), pada jenis bridge ini port yang dibridge dan port yang tidak dibridge tetap dapat berkomunikasi dengan membuat interface virtual yaitu BVI (Bridge Virtual Interface).

Mungkin itu saja penjelasan terkait model bridge di router cisco dan sedangkan untuk melakukan konfigurasi harus melakukan langkah seperti berikut :

  • menentukan jenis bridge yang digunakan (crb atau irb).
  • menentukan nomor bridgenya. (1-255)
  • menentukan protokol apa yang bisa lewat.
  • menentukan packet jenis apa yang bisa lewat.
  • memasukan interface-interfacenya ke dalam bridge
  • membuat interface bridgenya.


Dengan begitu kita langsung ke praktium nya!!

Berikut topologi nya :


Penting !!!
Pada praktek kali ini kita tidak bisa menggunakan Cisco Packet Tracer, karena pada Cisco Packet Tracer tidak disupport bridge, sehingga kita bisa mensimulasikan nya pada RouterOS cisco yang terlah terinstall pada GNS3.


Langkah pertama, menetukkan model bridge apa yang kita gunakkan, nah disini saya pakai yang IRB dengan ketikkan perintah seperti dibawah ini :

R1#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
R1(config)#bridge irb

Langkah kedua, kemudian kita tentukkan protokol bridge dengan ieee dengan perintah dibawah ini :

R1(config)#bridge 1 protocol ieee


Langkah ketiga, supaya bridge dapat melakukan routing kita harus setting bridge diberikan ip address.

R1(config)#bridge 1 route ip


Langkah keempat, lakukan pengelompokkan port mana saja yang dimasukkan kedalam interface bridge yang telah dibuat tadi.

R1(config)#int f0/0
R1(config-if)#bridge-group 1
R1(config-if)#no sh
R1(config)#int f0/1
R1(config-if)#bridge-group 1
R1(config-if)#no sh


Langkah kelima, berikan alamat ip address buat interface bridge yang sudah ditentukkan pada topologi diatas.

R1(config)#int bvi 1
R1(config-if)#ip add
*Mar  1 00:25:54.279: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface BVI1, changed state to up
R1(config-if)#ip add 192.168.16.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh

Langkah keenam, nah jika sudah selesai lakukan setting ip disisi client kita kemudian lakukan ping antar pc satu ke laiinya pastikan replay atau berhasil semua.

PC-3> ip 192.168.14.2 255.255.255.0 192.168.14.1
Checking for duplicate address...
PC1 : 192.168.14.2 255.255.255.0 gateway 192.168.14.1
PC-3> ping 192.168.14.1
84 bytes from 192.168.14.1 icmp_seq=1 ttl=255 time=10.119 ms
84 bytes from 192.168.14.1 icmp_seq=2 ttl=255 time=8.671 ms
84 bytes from 192.168.14.1 icmp_seq=3 ttl=255 time=9.205 ms
84 bytes from 192.168.14.1 icmp_seq=4 ttl=255 time=4.617 ms
84 bytes from 192.168.14.1 icmp_seq=5 ttl=255 time=6.634 ms
PC-3> ping 192.168.16.2
84 bytes from 192.168.16.2 icmp_seq=1 ttl=63 time=12.141 ms
84 bytes from 192.168.16.2 icmp_seq=2 ttl=63 time=16.167 ms
84 bytes from 192.168.16.2 icmp_seq=3 ttl=63 time=17.739 ms
84 bytes from 192.168.16.2 icmp_seq=4 ttl=63 time=15.171 ms
84 bytes from 192.168.16.2 icmp_seq=5 ttl=63 time=18.208 ms


Catatan https://www.pintar-network.com//konfigurasi-bridge-port-router-cisco.html

#CISCO #CCNA #BRIDGE

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Saturday, November 16, 2019

Tutorial cara mudah konfigurasi Router Voip Cisco Packet Tracer

Tutorial cara mudah konfigurasi Router Voip Cisco Packet Tracer

Assalamu'alaikum wr.wb

Tutorial cara mudah konfigurasi Router Voip Cisco Packet Tracer 7.2 -   VoIP atau Voice over Internet Protocol adalah sebuah metode dan gabungan dari beberapa penggunaan perangkat teknologi untuk mentransfer data suara dan data multimedia lain melalui jaringan internet. Istilah lain yang mewakili VoIP antara lain Telepon IP, Telepon Internet, Voice over Broadband  (VoBB), Telepon Broadband, IP communications, dan Broadband Phone. Voice over Internet Protocol adalah teknologi yang memungkinkkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa.

Banyak juga service voip yang disediakan selain vendor cisco baik linux bisa menjalankan server voip disistem operasi nya. Langkah-langkah konfigurasinya kita cukup konsep server - client.
Nah oleh karena itu langsung saja ke tutorialnya ;

Langkah pertama, jangan lupa buatlah topologi sederhana seperti berikut ini :



Cisco sendiri disini menyediakan router yang dapat menjalankan server voip dengan seri 2811. 

Langkah kedua, lakukan konfigurasi ip address yang mengarah ke switch menghubungkan dengan ip phone tersebut, dengan perintah seperti berikut :


Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R-VOIP
R-VOIP(config)#int g0/0
R-VOIP(config-if)#desc TO-VOIP
R-VOIP(config-if)#ip add 192.168.16.1 255.255.255.0

R-VOIP(config-if)#no sh

Langkah ketiga, setingg juga ip dhcp-server disisi router voip tersebut untuk menyediakkan ip otomatis ke client ip phone yang kita punya dengan perintah :

R-VOIP(config)#ip dhcp pool TO-VOIP
R-VOIP(dhcp-config)#default-router 192.168.16.1
R-VOIP(dhcp-config)#net 192.168.16.0 255.255.255.0
R-VOIP(dhcp-config)#option 150 ip 192.168.16.1
R-VOIP(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.16.1

Langkah keempat, konfigurasi server voip router seri 2811 dengan perintah sebagai berikut :

R-VOIP(config)#telephony-service
R-VOIP(config-telephony)#max-ephone 4
R-VOIP(config-telephony)#max-dn 4
R-VOIP(config-telephony)#ip source-address 192.168.16.1 port 2000
R-VOIP(config-telephony)#auto assign 1 to 2

Keterangan :
pool 'voip' merupakan nama dari pool ip atau daftar ip yang nantinya akan diberikan ke ip                    phone, untuk nama voip dapat diubah sesuai selera
network merupakan network dari dhcp pool kita
default router kita isi ip router kita
option disini digunakan untuk mendeklarasi kan ip untuk tftp server, isi dengan ip router
ip dhcp excluded-address merupakan ip yang nantinya tidak akan diberikan ke ip phone

Langkah kelima, lakukan setting id number voip client kita dengan perintah berikut ini :


R-VOIP(config)#ephone-dn 1
R-VOIP(config-ephone-dn)#%LINK-3-UPDOWN: Interface ephone_dsp DN 1.1, changed state to up
R-VOIP(config-ephone-dn)#num 1001
R-VOIP(config-ephone-dn)#ephone-dn 2
R-VOIP(config-ephone-dn)#%LINK-3-UPDOWN: Interface ephone_dsp DN 2.1, changed state to up
R-VOIP(config-ephone-dn)#num 1002

Keterangan :
ip source-address adalah ip dari router kita dengan port 2000
max-ephones adalah jumlah maksimum dari ip phone kita
max-dn adalah maksimum dial number kita nanti
auto assign 1 to 5 itu artinya nanti ip phone kita akan secara otomatis terpasang ke ephones 1 sampai 5 yang nanti akan kita buat

Langkah kelima, terakhir setting vlan voip supaya dapat terhubung dengan vlan diperangkat ip phone tersebut dengan command :

SW-1(config)#int r f0/1-2
SW-1(config-if-range)#sw voice vl 1

Berikut terlampir hasil uji coba nya :


#CCNA #CISCO #VOIP

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Tuesday, November 12, 2019

Cara Konfigurasi DHCP Relay di Cisco Packet Tracer

Cara Konfigurasi DHCP Relay di Cisco Packet Tracer


Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Konfigurasi DHCP Relay di Cisco Packet Tracer 7.2 - DHCP Relay adalah  sebuah proxy yang meneruskan paket DHCP antara client dengan server saat client dan server tidak berada pada satu subnet. Penerusan IP oleh DHCP Relay agent terpisah dari forwarding normal sebuah router IP, dimana datagram jaringan dipecah antara network secara sedikit transparan. Dengan ini kita dapat membuat DHCP Server kita secara terpusat dan mudah untuk memanagementnya.

Dengan konsep seperti ini mengurangi beban cpu router disisi client kurang cocok untuk menampung beban request ip yang banyak dari client baik perangkat smartphone, laptop dll. Selain itu meringkan pekerjaan seorang admin jaringan. Mungkin itu saja sedikit penjelasaan langsung ke pembahasan langkah-langkah konfigurasi :


Langkah pertama, buka aplikasi cisco packet tracer dan buatlah topologi sederhana dengan 2 Router dan 1 client baik pc maupun laptop. Selanjutnya buka router yang dijadikan sebagai router dhcp server kemudian konfigurasi hostname dengan perintah berikut ini :







Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R-DHCP_SERVER


Langkah kedua, setelah selesai mengkonfigurasi hostname kemudian setting alamat ip untuk dapat berkomunikasi dengan perangkat secara logik. Untuk interface bisa disesuaikan dengan perangkat yang anda pakai disini saya memakai fast ethernet. Berikut perintah konfigurasinya :




R-DHCP_SERVER(config)#int g0/0
R-DHCP_SERVER(config-if)#ip add 10.10.16.1 255.255.255.252
R-DHCP_SERVER(config-if)#no sh
R-DHCP_SERVER(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface GigabitEthernet0/0, changed state to up


Langkah ketiga, nah setelah mengkonfigurasi hostname dan ip address kita buat pool range untuk kelas ip yang akan diterima oleh dhcp-client. Kemudian ketikkan perintah seperti berikut ini :




R-DHCP_SERVER(config)#ip dhcp pool LAN-16
R-DHCP_SERVER(dhcp-config)#default-router 192.168.16.1
R-DHCP_SERVER(dhcp-config)#net 192.168.16.0 255.255.255.0


Langkah keempat, lakukan konfigurasi juga hostname dan ip address di sisi router dhcp relay untuk perintah nya sebagai berikut :




Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R-DHCP_RELAY
R-DHCP_RELAY(config)#int g0/0
R-DHCP_RELAY(config-if)#ip add 10.10.16.2 255.255.255.252
R-DHCP_RELAY(config-if)#no sh
R-DHCP_RELAY(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface GigabitEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface GigabitEthernet0/0, changed state to up


Langkah kelima, masih satu lagi setting untuk ip gateway sisi dhcp client supaya dapat terhubung dengan network jaringan laiinya sesuai settingan admin jaringan. Nah berikut ini command settingan ip nya :



R-DHCP_RELAY(config-if)#int g0/1
R-DHCP_RELAY(config-if)#ip add 192.168.16.1 255.255.255.0
R-DHCP_RELAY(config-if)#no sh
R-DHCP_RELAY(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface GigabitEthernet0/1, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface GigabitEthernet0/1, changed state to up

Langkah keenam, kembali di router dhcp server lakukan routing static ke network jaringan dhcp client yang berbeda network dengan perintah sebagai berikut :



R-DHCP_SERVER(config)#ip route 192.168.16.0 255.255.255.0 10.10.16.2

Langkah ketujuh, terakhir dari inti kita sesuai topik diatas lakukan relay ip dhcp-server ke client yang dinamakan dhcp client, untuk perintahnya sebagai berikut :



R-DHCP_RELAY(config-if)# ip-helper address 10.10.16.1

Langkah kedelapan, lakukan request ip dari dhcp server disisi client dan lakukan ping ke router dhcp server berhasil atau tidak.



C:\>ping 192.168.16.2
Pinging 192.168.16.2 with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.16.2: bytes=32 time=2ms TTL=128
Reply from 192.168.16.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 192.168.16.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 192.168.16.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Ping statistics for 192.168.16.2:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 2ms, Average = 0ms
C:\>ping 10.10.16.1
Pinging 10.10.16.1 with 32 bytes of data:
Reply from 10.10.16.1: bytes=32 time=1ms TTL=254
Reply from 10.10.16.1: bytes=32 time=1ms TTL=254
Reply from 10.10.16.1: bytes=32 time=5ms TTL=254
Reply from 10.10.16.1: bytes=32 time<1ms TTL=254
Ping statistics for 10.10.16.1:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 5ms, Average = 1ms

Berikut terlampir hasilnya :




Tags : #CCNA #CISCO



Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Friday, November 8, 2019

Cara Konfigurasi VLAN di router Mikrotik dengan switch Cisco

Cara Konfigurasi VLAN di router Mikrotik dengan switch Cisco

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Konfigurasi VLAN di router Mikrotik dengan switch Cisco Layer 2 - VLAN merupakan implementasi jaringan yang bertujuan untuk memecah segmen jaringan dalam sebuah switch. Dengan menggunakan VLAN kita dapat membuat lebih dari satu jaringan menggunakan sebuah switch. 

Switch cisco yang digunakan pada tutorial ini menggunakan interface dengan tipe ethernet biasa. Apabila tipe interface yang kalian gunakan berbeda (Fastethernet/Gigabit) maka konfigurasi interface disesuaikan dengan tipe milik kalian.

Disini saya juga menggunakkan sebuah aplikasi simulasi jaringan yang dinamakan GNS3 dan teman-teman bisa menginstall terlebih dahulu ya atau punya perangkat hardwarenya langsung saja menuju praktek konfigurasinya sebagai berikut :

Buatlah topologi sederhana dimana ada sebuah router, switch dan client masing kita rancang, bangun seperti gambar berikut ini :


Penjelasan topologi diatas adalah disini kita memakai perangkat router mikrotik dan switch l2 cisco dan 4 pc client masing-masing dibagi menjadi 2 bagian dengan mengkonfigurasi vlan memetakan vlan 10 dinamakan "OFFICE" sedangkan vlan 20 dinamakan "HRD" dengan begitu kita mudah memanajemen jaringan terstruktur.

Keterangan :


IP Address :

Vlan 10 (OFFICE)  : 192.168.10.0/24
Vlan 20 (HRD)       : 192.168.20.0/24

IP Dhcp-Range :

Vlan 10 (OFFICE) : 192.168.10.2-192.168.10.10
Vlan 20 (HRD)      : 192.168.20.2-192.168.20.20


Oke langsung saja kita masuk ke dalam konfigurasinya :

Langkah pertama, konfigurasi identitas router mikrotik kita supaya lebih mudah dalam meremote router kita yang mana dan tambahkan interface baru yaitu vlan dengan id dan nama yang sudah ditentukan untuk perintahnya sebagai berikut :


[admin@Mikrotik] > system identity set name=R-CORE
[admin@R-CORE] > interface vlan add name=OFFICE vlan-id=10 interface=ether1 disabled=no
[admin@R-CORE] > interface vlan add name=HRD vlan-id=20 interface=ether1 disabled=no

Jangan lupa tampilkan setelah kita melakukan konfigurasi interface apakah jadi atau tidak.


[admin@R-CORE] > interface print
Flags: D - dynamic, X - disabled, R - running, S - slave
 #     NAME                                TYPE       ACTUAL-MTU L2MTU  MAX-L2MTU MAC-ADDRESS
 0  R  ether1                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:00
 1  R  ether2                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:01
 2  R  ether3                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:02
 3  R  ether4                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:03
 4  R  ether5                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:04
 5  R  ether6                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:05
 6  R  ether7                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:06
 7  R  ether8                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:07
 8  R  HRD                                vlan             1500                  0C:33:32:D1:42:00
 9  R  OFFICE                           vlan             1500                  0C:33:32:D1:42:00
[admin@R-CORE] >

Langkah kedua, jika sudah membuat interface vlan baru lalu selanjutnya setting ip address yang sudah ditentukan dan untuk perintahkan sebagai berikut :


[admin@R-CORE] > ip add add address=192.168.10.1/24 interface=OFFICE disabled=no
[admin@R-CORE] > ip add add address=192.168.20.1/24 interface=HRD disabled=no
[admin@R-CORE] > ip add pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 #   ADDRESS            NETWORK         INTERFACE
 0   192.168.10.1/24    192.168.10.0    OFFICE
 1   192.168.20.1/24    192.168.20.0    HRD
[admin@R-CORE] >

Langkah ketiga, disini kita menggunakkan layanan dhcp-server supaya kita mudah dan simple dalam memberikan ip secara otomatis kepada client. Untuk langkah konfigurasinya sebagai berikut :


[admin@R-CORE] > ip dhcp-server setup
Select interface to run DHCP server on
dhcp server interface: OFFICE
Select network for DHCP addresses
dhcp address space: 192.168.10.0/24
Select gateway for given network
gateway for dhcp network: 192.168.10.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server
addresses to give out: 192.168.10.2-192.168.10.10
Select DNS servers
dns servers:
Select lease time
lease time: 10m

Nah untuk konfigurasi diatas kita lagi setting untuk HRD dan mengenai OFFICE lakukan konfigurasi yang sama ya....

Langkah keempat, setelah kita sudah selesai mengkonfigurasi sisi router selanjutnya konfigurasi sisi switch cisco layer 2. Jika sudah diremote lakukan konfigurasi vlan cisco untuk materi ini sudah ada di artikel saya sebelumnya dengan judul " Tutorial Mudah Setting Vlan di Cisco " bisa diklik judul tersebut. Nah setelah itu teman-teman lakukan setting port mana yang kita alokasikan dengan vlan id yang sudah kita buat tadi dengan command sebagai berikut :


SW-CISCO(config)#int range e0/1-2
SW-CISCO(config-if-range)#sw mo acc
SW-CISCO(config-if-range)#sw acc vl 10
SW-CISCO(config-if-range)#
SW-CISCO(config)#int range e1/0,e1/1
SW-CISCO(config-if-range)#sw mo acc
SW-CISCO(config-if-range)#sw acc vl 20
SW-CISCO(config-if-range)#

Langkah kelima, Selanjutnya konfigurasi juga vlan trunking supaya vlan id yang berada di switch cisco dapat berkomunikasi dengan vlan id yang sudah kita buat tadi di router mikrotik, oleh karena itu lakukan perintah sebagai berikut :


SW-CISCO(config)#int e0/0
SW-CISCO(config-if)#sw mo tr
Command rejected: An interface whose trunk encapsulation is "Auto" can not be configured to "trunk" mode.
SW-CISCO(config-if)#switch trunk encapsulation dot1q
SW-CISCO(config-if)#switch mode trunk

Trunk berfungsi untuk melewatkan trafik dari banyak VLAN. Trunk biasanya dikonfigurasikan pada interface yang mengubungkan switch dengan switch atau switch dengan router.

Langkah keenam, Jangan lupa tampilkan konfigurasi vlan id dan trunking di switch cisco layer 2 yang sudah kita konfigurasi sebelumnya :


SW-CISCO#show vl br
VLAN Name                             Status    Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1    default                          active    Et0/0, Et0/3, Et1/2, Et1/3
                                                Et2/0, Et2/1, Et2/2, Et2/3
                                                Et3/0, Et3/1, Et3/2, Et3/3
10   OFFICE                           active    Et0/1, Et0/2
20   HRD                              active    Et1/0, Et1/1
1002 fddi-default                     act/unsup
1003 token-ring-default               act/unsup
1004 fddinet-default                  act/unsup
1005 trnet-default                    act/unsup
SW-CISCO#
SW-CISCO#show int trunk
Port        Mode             Encapsulation  Status        Native vlan
Et0/0       on               802.1q         trunking      1
Port        Vlans allowed on trunk
Et0/0       1-4094
Port        Vlans allowed and active in management domain
Et0/0       1,10,20
Port        Vlans in spanning tree forwarding state and not pruned
Et0/0       1,10,20
SW-CISCO#

Langkah ketujuh, setting ip dhcp-client disisi client yang menggunakkan vlan id 10 dan vlan id 20, kemudian lakukan ping dari salah satu vlan id ke vlan id laiinya apakah berhasil atau tidak :


PC-4> ip dhcp
DORA IP 192.168.20.20/24 GW 192.168.20.1
PC-4> ping 192.168.20.1
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=1 ttl=64 time=1.827 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=2 ttl=64 time=2.087 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=3 ttl=64 time=2.039 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=4 ttl=64 time=1.930 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=5 ttl=64 time=1.978 ms
PC-4> ping 192.168.10.10
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=1 ttl=63 time=4.023 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=2 ttl=63 time=3.196 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=3 ttl=63 time=2.264 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=4 ttl=63 time=2.071 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=5 ttl=63 time=4.422 ms

Catatan : "Jika masih terkendala bisa koment dikolom bawah ini ya...."

#Mikrotik #Cisco #VLAN #DHCP

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Wednesday, October 30, 2019

Cara setting DHCP Relay di Mikrotik dengan Mudah

Cara setting DHCP Relay di Mikrotik dengan Mudah

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara setting DHCP Relay di Mikrotik dengan Mudah - DHCP Relay adalah  sebuah proxy yang meneruskan paket DHCP antara client dengan server saat client dan server tidak berada pada satu subnet. Penerusan IP oleh DHCP Relay agent terpisah dari forwarding normal sebuah router IP, dimana datagram jaringan dipecah antara network secara sedikit transparan. Dengan ini kita dapat membuat DHCP Server kita secara terpusat dan mudah untuk memanagementnya.

Nah mungkin kita sebagai network enginner dimudahkan untuk settingan tersebut, dan berikut langkah-langkah konfigurasi.

Langkah pertama, buatlah topologi jaringan dengan membutuhkan 2 perangkat router dan 1 laptop untuk sisi client. Dan lakukan subnetting untuk PTP dari DHCP-Server ke DHCP-Relay ip nya : 10.10.16.0/30 sedangkan untuk ip dari router DHCP-Relay ke Klient : 192.168.16.0/24


Langkah kedua, lakukan setting ip PTP dari server ke relay dengan ip sisi server : 10.10.16.1/30,
berikut perintahnya :

[admin@DHCP-SERVER] > ip add add add=10.10.16.1/30 interface=ether1 comment=B2B-RELAY


Langkah ketiga, selanjutnya lakukan setting dhcp-server untuk ip network 192.168.16.0/24, untuk perintahnya sebagai berikut :
[admin@DHCP-SERVER] > ip dhcp-server add interface=ether1 address-pool=DHCP-RELAY lease-time=10m disabled=no name=DHCP-RELAY relay=192.168.16.1
[admin@DHCP-SERVER] > ip dhcp-server network add address=192.168.16.0/24 gateway=192.168.16.1 netmask=255.255.255.0


Langkah keempat, jangan lupa setting ip address sisi router dhcp-relay dengan ip sesuai yang sudah ditentukan tadi.

[admin@DHCP-RELAY] > ip add add add=10.10.16.2/30 interface=ether1 comment=B2B-SERVER

[admin@DHCP-RELAY] > ip add add add=192.168.16.1/24 interface=ether2 comment=TO-LAN


Langkah kelima, setting relay atau meneruskan ip dhcp dari server ke klient melalui dhcp-relay, untuk perintah sebagai berikut :


[admin@DHCP-RELAY] > ip dhcp-relay add dhcp-server=10.10.16.1 interface=ether2 local-address=192.168.16.1 disabled=no name=TO-LAN


Langkah keenam, uji coba sisi client dapat ping ke gateway router dhcp relay dengan mendapatkan ip otomatis dari router dhcp-server.


Catatan : "Terbunuh di jalan Allah menghapuskan (dosa) seluruhnya, kecuali hutang " HR. Muslim no. 1886

#MTCNA #DHCP #RELAY

sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Sunday, October 13, 2019

Cara Hard Reset Switch Cisco 2960-C Series LL

Cara Hard Reset Switch Cisco 2960-C Series LL

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Hard Reset Switch Cisco 2960-C Series LL - Cisco adalah peralatan utama yang banyak digunakan pada Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN). Dengan cisco router, informasi dapat diteruskan ke alamat-alamat yang berjauhan dan berada di jaringan computer yang berlainan. Banyak sekali produk cisco yang memiliki kehandalan masing-masing, dengan begitu harga juga bervariasi. Disini saya bahas produk switch cisco yang mampu dapat menghubungkan 8 port Fast Ethernet, 2 Port Gigabit Ethernet dan 2 port SFP 1G. Mungkin jika anda sudah lupa dengan password perangkat switch cisco kita bisa melakukan hard reset.

Hal yang diperlukan sebelumnya sediakkan kabel console DB9 to RJ45 dan USB to RS232. Kemudian tancapkan usb tersebut ke port usb laptop atau pc anda. Nah selanjutnya masuk ke menu device manager pastikan muncul port COM misal "COM1 dll". Setelah itu buka aplikasi putty untuk remote switch cisco anda by console. 

Langkah pertama, tancapkan power perangkat switch kemudian tekan tombol "mode button" kemudian remote dengan aplikasi putty. Nah nanti akan muncul gambar seperti dibawah ini :


Langkah kedua, lakukan delete config dan vlan database yang diconfig sebelumnya dengan command seperti dibawah ini :


Langkah ketiga, setelah itu lakukan booting ulang dengan command :

switch: boot


Langkah keempat, Nah jika sudah selesai switch cisco 2960-C series LL siap diconfig ulang.


Catatan : "Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya" HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573

#CCNA #Cisco #Switch

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Friday, October 4, 2019

Cara remote dan review Ufiber OLT 8 lengkap

Cara remote dan review Ufiber OLT 8 lengkap


Assalamu'alaikum wr.wb

Review Ufiber OLT 8 dan Cara remotenya lengkap via UNMS Discovery. UFiber OLT menawarkan delapan port GPON dan mendukung hingga 1024 klien bersamaan dengan tautan fisik hingga 20 km. Dua port SFP + menyediakan konektivitas uplink 10G. UF-OLT menyediakan opsi daya fleksibel, dengan dua rongga adaptor daya modular yang dapat menampung modul daya AC / DC atau DC / DC. Satu modul AC / DC disertakan; modul tambahan dapat dibeli secara terpisah.

Fitur
  • Port: (8) GPON SFP Ports, (2) SFP + Ports 
  • Concurrent Client: 1024 ONUs 
  • GPON Kisaran: Hingga 20 km Tautan 
  • GPON Kecepatan: 2,488 Gbps Upstream (TX), 1,244 Gbps Downstream (RX) Panjang Gelombang: 1490 nm Upstream (RX) TX), Downstream (RX) Maks. 1310 nm. 
  • Konsumsi Daya: Metode Daya 40W: 
  • Pemasangan Modul 54VDC PSU: 1U Rack-Mountable (Opsional)
Berikut ini langakah bagaimana untuk meremote perangkat tersebut.

Langkah pertama, pastikan kita setting ip satu network dengan Ufiber OLT default ipnya : 192.168.1.1/24, lalu disini saya setting laptopku : 192.168.1.2/24 dan jangan lupa coba ping ke alamat ip 192.168.1.1 replay atau tidak.

Setting IP LAN laptop :


Ping ke alamat 192.168.1.1 :


Langkah kedua, install ubiquity device discovery tool lalu jalankan akan muncul halaman baru.
nah dibawah ini akan muncul device Ufiber OLT 8 Pon yang kita remote.


kemudian klik alamat ip tersebut akan dialihkan ke web browser default laptop anda. Disini kita akan diarah ke ip tersebut dan muncul halaman login username dan password device tersebut.
Untuk username : "ubnt" dan password : "ubnt" lalu jangan lupa dicheck centang pada kotak kecil. 


Langkah ketiga, berikut akan ditampilan dashboard administrator untuk remote Ufiber OLT tersebut.


Langkah keempat, dan untuk tampilan system seperti berikut ini.


Catatan : "Allah jadikan nikmat surga sebagai ganti kenikmatan yang tak didapat seorang mukmin di dunia dan balasan atas ketaatannya" Dr. Abdullah At Tuwaijiri.

#Ubiquity #Ufiber OLT #Networking

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Wednesday, September 25, 2019

Cara Cepat Setting Tool Monitoring & Graphing di Mikrotik Lengkap

Cara Cepat Setting Tool Monitoring & Graphing di Mikrotik Lengkap

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Setting Tool Monitoring & Graphing di MikrotikTool Monitoring & Graphing di Mikrotik. Router yang sudah selesai kita setting dan sudah berjalan, bukan berarti akan kita tinggalkan begitu saja. terlebih router tersebut merupakan router backbone. Untuk melakukan pencatatan dalam format graph di MikroTik, admin jaringan bisa menggunakan fitur "Graphing". Banyak sekali kita diperuntungkan dengan config tool ini karena kita ndak harus mempunyai server tersendiri buat grap atau monitoring traffik jaringan yang sedang berjalan. Yang kedua tool ini sudah terinstall di router os mikrotik dan tinggal kita enable atau mengaktifkannya. Mungkin itu saja yang dapat sampaikan lanjut ke tutorial settingnya ya....

Langkah pertama, masuk menu "tools" kemudian pilih "Graphing" jika sudah create interfaces yang mau digrap atau dimonitoring trafficnya yang sedang berjalan. Cukup klik tanda tambah (+) selanjutnya dimenu interface pilih port ethernet yang mau dimonitoring.

Menu Tools : 

Menu Graphing :


Langkah kedua, bukak web browser anda ketikkan dengan alamat : http://ip_address/graphs/ misal : http://192.168.18.254/graphs/ kemudian akan muncul interface yang kita grap atau monitoring itu yang mana saja. Disini saya contohkan yang port Ethernet5 (eth5).


Langkah ketiga, jika kita mau melihat detail grapnya cukup klik atau arahkan kursor anda pada interface yang sudah kita create traffic monitornya. Dan tools ini dapat ditulis datanya paling kecil 5 menit untuk dapat membaca traffic internet yang sedang berjalan.


Catatan : "Dan ingatlah Rabb-mu jika kamu lupa" QS. Al-Kahfi: 24

#Mikrotik #MTCNA #Monitoring

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Sunday, September 15, 2019

Cara mudah hapus Windows Old di Windows 10

Cara mudah hapus Windows Old di Windows 10

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara mudah hapus Windows Old di Windows 10 - Windows merupakan sebuah sistem operasi yang diciptakan oleh Microsoft, dimana sistem operasi ini menyediakan antarmuka grafis (GUI / Graphical User Interface) agar lebih mudah dioperasikan. Namun sistem operasi ini berbayar setiap user mau memakainya. Disini saya akan sharing menghapus windows old setelah dilakukan update windows ke versi yang lebih baru. Mungkin jika kita tidak menghapusnya akan membuat disk system kita penuh dan tidak dapat menjalankan aplikasi laiinya dengan baik dan benar. Nah mungkin itu saya sedikit penjelasannya kita langsung masuk ke tutorial supaya lebih jelas..

Langkah pertama, select disk C atau system di windows anda setelah itu klik kanan terus pilih menu "properties".


Langkah kedua, Nah nanti akan muncul window baru lalu pilih "disk cleanup".


Langkah ketiga, setelah itu akan muncul window baru dan kamu lakukan tekan pilih "Clean up system Files".


Langkah keempat, selanjutnya tandai centang pada "previous windows installation" dimana ukuranya biasanya sekitar 3-4gb. jika sudah dicentang klik "ok" untuk menghapusnya dan tunggu sampai proses cleanup selesai.

Proses Cleanup windows :


Hasil setelah dihapus tidak ada file atau folder windows old :


Catatan : "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya" Ath Thalaq: 2-3

#Windows 10 

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Cara konfigurasi DHCP Static di CHR Lengkap

Cara konfigurasi DHCP Static di CHR Lengkap

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara konfigurasi DHCP Static di CHR Lengkap - DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Nah disini kita kita bahas yang static artinya kita dapat mensetting ip mana yang buat peralatan yang membutuhkan ip dengan mensetting sesuai keinginan kita. Awal mulainya kita perlu namanya DHCP Server yang penyedia alamat ip secara otomatis kepada client ya. Mungkin sedikit penjelasan mengenai hal tersebut langsung saja ketutorial konfigurasinya.....

Langkah pertama, setting ip address diinterface yang mengarah keclient kita seperti contoh :
Ethernet 1 : "192.168.14.1/24" jangan lupa selalu diberikan comment atau description untuk menandai bahwa interface ini mengarah ke access point misal. Nah yang suka setting by CLI :

ip address add address=192.168.14.1/24 interface=ether1 comment=AP


Langkah kedua, nah setelah itu setting DHCP Server di CHR mikrotik untuk tutorial ini bisa dibaca artikel sebelumnya ya...


Langkah ketiga, kemudian masuk di menu DHCP leases yang fungsi dapat melihat siapa saja yang sudah mendapatkan alamat ip dhcp server yang sudah kita buat tadi. lalu select salah satu client dan klik kanan pilih "make static". 


Langkah keempat, jika sudah akan muncul window baru kemudian edit pada menu address sesuai keinginan kita namun jangan lupa perhatian subnet yang kita buat..


Langkah kelima, awalnya client mendapatkan alamat ip otomatis berdasarkan dari yang terbesar misal "192.168.14.254/24" kemudian setelah kita ganti menjadi "192.168.14.2/24".


Catatan : "Tahun-tahun itu seperti pohon, bulan-bulan itu seperti cabang pohon, hari-hari seperti rantingnya, jam demi jam seperti dedaunan, dan nafas kita adalah buahnya. Siapa yang setiap desahan nafasnya diisi dengan ketaatan kepada Allah, maka buah pohon itu adalah buah yang baik." Ibnul Qoyiim Dr Daghsy bin Syabib al ‘Ajmi Imam.

#MTCNA #DHCP #CHR #Networking

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Saturday, September 14, 2019

Tutorial Point To Point DynaDish 5 AC Lengkap

Tutorial Point To Point DynaDish 5 AC Lengkap

Assalamu'alaikum wr.wb

Tutorial Point To Point DynaDish 5 AC Lengkap - Point to Point Adalah salah satu komputer / perangkat yang disambungkan ke satu perangkat / komputer saja baik menggunakan perangkat wireless maupun menggunakan kabel Lan saja. Nah ada juga yang dinamakan Point to Multipoint namun kita disini bahas yang PTP istilahnya. Terus apa perbedaan kedua tersebut ialah PTP hanya fokus satu arah sedangkan multipoint dapat segala arah. Nah mungkin itu saja sedikit penjelasan mengenai PTP kita langsung lanjut ke tutorial.

Langkah pertama, sebelumnya persiapkan alat yang dibutuhkan seperti 2 perangkat radio mikrotik DynaDish 5 ac dan 2 Router RB951 + RB751 jangan lupa juga 2 POE + adaptor dan 2 buah Kabel LAN.

DynaDish 5 ac (A) :


DynaDish 5 ac (B) :


2 Buah POE + Adaptor : 

POE :


Adaptor :


2 Buah router + Kabel Lan :
2 Router :


2 Kabel Lan :


Langkah kedua, Nah jika sudah dipersiapkan yang awal setting perangkat router dari ip address.
Dari Router A dengan ip buat Radio DynaDish A "172.16.1.1/29" begitu juga setting Vlan untuk client Router B dengan vlan 14 dan 16 :
  • Vlan 14  "192.168.14.1/30"
  • Vlan 16  "192.168.16.1/30
Mengapa saya pakai /30 disini saya uji coba apakah vlan tembus sampai ke router B. Nah untuk itu simak artikel ini sampai selesai ya.

Router A

Langkah ketiga, setelah selesai setting router lalu konfigurasi perangkat radio DynaDish 5 ac sisi A dengan config sebagai pemancar dengan mode "bridge".


Langkah keempat, masih setting dynadish 5 sisi A kita konfig untuk "bridge port" dari ethernet dan wirelles dibuat satu interface baru.


Langkah kelima, Nah jika sudah selesai setting router A dan DynaDish 5 A kita setting juga begitu di sisi router B dan Dynadish B. Di router B seperti berikut ini confignya :

Router B :


Setting juga bridge port sisi DynaDish 5 B dan lakukan connect ke sisi A.

DynaDish 5 ac (B) :

Cara konek ke radio sisi A buka menu wirelles lalu pilih mode "station bridge" kemudian ada menu "scan" disisi kanan pilih itu lalu cari pancaran sinyal dari Sisi A. Jika sudah ketemu jangan lupa diselect dan klik connect pada menu kanan.


Langkah keempat, jika sudah selesai config diatas harusnya sudah bisa saling berhubungan dari sisi A ke sisi B dengan test live ping :


Catatan : "Siapa yang tak rasakan pahit di awal, ia takkan rasa manisnya sebuah akhir" Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As Sadhan.

#Mikrotik #MTCNA #DynaDish 5 ac #PTP

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb