Friday, January 24, 2020

Tutorial Pembahasan UKK TKJ Paket 1 Tahun 2019/2020

Tutorial Pembahasan UKK TKJ Paket 1 Tahun 2019/2020

Assalamu'alaikum wr.wb

Tutorial Pembahasan UKK TKJ Paket 1 Tahun 2019/2020 -  Hallo semua anak tkj smk se-indonesia, mungkin kalian akan mengalami Ujian Kompetensi Keahlian dengan kita pratek dan teori dalam proses ujian berlangsung. Nah maka dari itu persiapkan mental, belajar implementasi atau pratek dan teori yang akan diujikkan, Hal yang terpenting dari ini kita harus mandiri jangan ketergantungan dengan bapak/ibu Guru disekolahan ya...

Sebelumnya saya juga pernah sharing UKK TKJ Paket 1 Tahun 2018/2019 yang soalnya sedikit berbeda namun tidak menjadikan kita malas tapi membuat kita tambah semangat untuk explorer dan menambah skill kita dalam kejuruan. Kali ini kita pembahasan banyak di networking atau jaringan dengan perangkat router mikrotik dalam prakteknya. 

Untuk soalnya bisa didownload dengan menu buttong download dibawah ini paling bawah artikel.


Nah lalu kita masuk dipembahasan tetap ikut langkah-langkahnya dengan baik dan benar ya...

Langkah pertama, Sebelumnya harus menyiapkkan 2 perangkat router, 1 switch dan kabel utp buat remote dan menghubungkan baik router dengan switch.

Pada tutorial ini saya menggunakkan perangkat router RB760iGS (HEX) dan RB941-2nd (HAP-Lite), kemudian saya pakai switch tp-link 5 port.

Langkah kedua, lalu kita konfigurasi masing-masing router dengan fungsi juga masing-masing sesuai soal UKK TKJ Paket 1, nah disini saya membuat 2 identitas berbeda buat membedakkan router yang tidak ada wirelless dan ada wirelless. Yang tidak ada wirelless saya tandai "R_A" dan yang ada wirelless saya tandai "R_B" dengan langkah setting buka aplikasi winbox.

Selanjutnya masuk menu "system->identity-> ..." lalu edit nama default "mikrotik" diganti sesuai bagaimana anda cara membedakkan kedua router tersebut.


Atau bisa dengan command "system identity set name=R_A" lalu tekan "enter".

Langkah ketiga, konfigurasi ip address baik router A dan router B dengan sesuai soal, yaitu router A setting ip address buat kabel / LAN dengan ip "200.50.3.x/28" kemudian router B setting ip address buat wlan atau wirelless dengan ip "200.50.3.xx/28" sedangkan buat konek ke ISP sesuai yang anda pakai ISP mana sekarang.

Untuk konfigurasi ip cukup masuk menu "IP->Address-> klik icon tambah (+)" kemudian masukkan alokasi ip yang sudah ditentukan.

Router A (RB760iGS)


Router B (R941-2nD)


Langkah keempat, selanjutnya konfigurasi DHCP Server di router B yang memakai wlan. Untuk caranya masuk menu "IP->DHCP Server-> klik icon tambah (+)->arahkan ke interface wlan1" kenapa saya pakai wlan1 karena dirouter saya konek wirelless default nama "wlan1". 


kemudian klik "Next" akan muncul menu baru "DHCP Address space" klik saja "Next" didalam kolom itu akan terisi otomatis jika kita sudah setting ip address.


Setelah itu akan muncul window baru yaitu "Gateway for DHCP Network" disini kita juga akan terisi otomatis membaca settingan ip address yang mengarah wlan1 yang di menu "IP->Address".


Nah setelah selesai setting gateway lalu kita tentukkan range ip yang akan dipakai oleh client yang terhubung melalui koneksi wirelless kita. Disini isikkan sesuai disoal UKK TKJ Paket 1 dimana kita disuruh mengisikkan range dari ip "200.50.3.50-200.50.3.61" lalu klik "Next".


Selanjutnya kita disuruh setting dns-server buat client kita yang konek via wirelless isikan ip dns global google yaitu "8.8.8.8,8.8.4.4", setelah itu setting berapa lama kita meminjamkan ip address kita ke client dengan disini sesuai soal durasi 6jam atau ditulis "6d 00:00:00" untuk dirouter mikrotik.

Konfigurasi DNS Server "8.8.8.8"


Setting Waktu peminjaman ip address


Dan perhatikan langkah terakhir setting dhcp server akan muncul notifikasi success dan untuk indikator settingan dhcp server merah dikarenakan untuk wirelless harus ada yang konek baru settingan tersebut akan berwarna hitam jadi jangan bingung dulu ya...




Langkah Kelima, kita setting routing dynamic dari router A ke router B maupun sebaliknya.
Nah perhatikan disini saya pakai routing dynamic OSPF. Langkah konfigurasi kita cukup masuk di menu "Routing->OSPF->Interfaces (pilih interface yang sudah terkoneksi secara fisik diport tersebut)->Klik "Apply" dan terus "OK".


Selanjutnya masukkan network yang berada dibawah router A maupun di Router B, disini masih didalam menu "OSPF" lalu pilih "networks" setelah itu klik tambah (+) masukkan network yang berada dibawah router tersebut di network disettingan ip address.



Langkah Keenam, kita setting static router ke internet baik dirouter A dan router B, untuk caranya masuk menu "IP->Routes" kemudian klik tambah (+) isikkan dikolom gateway yaitu ip buat koneksi internet dan itu diberikan dari ISP disini saya isi ip "192.168.100.1".


Langkah Ketujuh, konfigurasi web proxy untuk bloking website yang memakai protokol Http port 80,
untuk settingannya masuk menu "IP->Web Proxy" kemudian klik centang pada kolom "enabled", setelah itu isikkan pada kolom "Cache Administrator" sesuai dengan soal UKK TKJ Paket 1 dan edit port yang sebelumnya "8080" menjadi "3128". Nah jika sudah klik "Apply" dan "OK"


Jika sudah selesai masuk ke menu kanan masih web proxy pilih "access" terus klik tambah (+), isikkan pada kolom "Dst. Host" dengan alamat website yang mau diblok minimal 2 website disini saya ambil "linux.or.id" dan "idbook.ga", nah dikolom "action" pilih yang "deny" terus klik "Apply" dan "OK".


Kemudian settingan juga redirect firewall ke web proxy supaya dapat berkerja dengan semestinya. untuk masuk menu "IP->Firewall->NAT" klik icon tambah (+) lalu pada menu "Chain" pilih "dsnat", kolom "protocol" isikan "tcp" dan dimenu port isikkan "80" sedangkan kita arahkan port "ether4-LAN". Jangan lupa dimenu "Action" pilih yang "redirect" dan isikan dst port menjadi "3128", kemudian klik "Apply" dan "OK".


Selanjutnya tambahkan juga setting firewall nat supaya client dibawah router dapat terkoneksi dengan internet, caranya tetep masih di Firewall lalu NAT kemudian klik icon tambah (+), pada kolom "chain" pilihlah "srcnat" setelah itu dikolom "out-interface" isikan port yang mengarah ISP atau dipakai gateway keluar seperti contoh saya arahkan port "ether5-WAN".


Jangan lupa dimenu "action" pilihlah "masquerade" lalu klik "Apply" dan "OK".


Langkah Kedelapan, Setting manajemen bandwith baik via kabel/LAN dan via wirelless dengan settingan kecepatan sesuai yang ada disoal..

Masuk menu "queues" kemudian pilih "simple queues" lalu klik icon tambah (+), edit nama rule tersebut supaya kita dapat monitoring dengan lebih jelas dan detail, kemudian dikolom "target" isikan ip network yang via LAN yaitu "200.50.3.0/28", nah selanjutnya dimenu "max-limit" isikan download dan upload "64k/64k".


Langkah Kesembilan, masih dimenu "Queues" namun dirouter yang ada wirellessnya, ikuti langkah seperti diatas hanya berbeda ip network dan shapingannya.


Jangan lupa setting wirelless router kita dengan wlan1 kita pilih mode AP-Bridge supaya client yang konek melalui wirelles dapat terkoneksi caranya, masuk menu "wirelless" pilih wlan1, lalu klik tanda centang biru jika defaulnya ke disable. Setelah itu klik dua kali diinterface wlan1 dan pilih mode "ap-bridge" terus edit SSID menjadi nama anda.



Langkah Kesepuluh, kita lakukan pengujian baik konek via kabel dan wirelless sesuai disoal.

Ujicoba IP static diclient terhubung router A dengan setting ip "200.50.3.0/28" disisi client saya beri "200.50.3.2" lalu ping gateway replay.


Ujicoba ip dhcp server dikoneksi wirelless hasilnya berhasil mendapatkan ip secara otomatis.


Ujicoba akses internet dan ujicoba manajemen bandwith kita dengan indikator jika merah artinya 100% data dipakai atau dilewat/full traffik.

Via Wirelles


Via LAN


Ujicoba dynamic routing OSPF lalu kita dari client router A melakukan ping client di router B dan sebaliknya pastikan replay dan coba buka dimenu "IP->Routes" akan muncul table baru yang artinya kita berhasil setting routing OSPF.


Ujicoba web proxy di koneksi LAN sesuai disoal hasilnya berhasil kita blok.


Akhirnya kita berhasil menyelesaikkan soal UKK TKJ Paket 1 Tahun ajaran 2019/2020, dengan baik dan jelas. Untuk video tutorialnya menyusul ditunggu channel "zonemint"....

#UKK #TKJ #Paket 1 #Mikrotik #2019/2020

Sekian dari saya
Wassallamu'alaikum wr.wb

Friday, November 8, 2019

Cara Konfigurasi VLAN di router Mikrotik dengan switch Cisco

Cara Konfigurasi VLAN di router Mikrotik dengan switch Cisco

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Konfigurasi VLAN di router Mikrotik dengan switch Cisco Layer 2 - VLAN merupakan implementasi jaringan yang bertujuan untuk memecah segmen jaringan dalam sebuah switch. Dengan menggunakan VLAN kita dapat membuat lebih dari satu jaringan menggunakan sebuah switch. 

Switch cisco yang digunakan pada tutorial ini menggunakan interface dengan tipe ethernet biasa. Apabila tipe interface yang kalian gunakan berbeda (Fastethernet/Gigabit) maka konfigurasi interface disesuaikan dengan tipe milik kalian.

Disini saya juga menggunakkan sebuah aplikasi simulasi jaringan yang dinamakan GNS3 dan teman-teman bisa menginstall terlebih dahulu ya atau punya perangkat hardwarenya langsung saja menuju praktek konfigurasinya sebagai berikut :

Buatlah topologi sederhana dimana ada sebuah router, switch dan client masing kita rancang, bangun seperti gambar berikut ini :


Penjelasan topologi diatas adalah disini kita memakai perangkat router mikrotik dan switch l2 cisco dan 4 pc client masing-masing dibagi menjadi 2 bagian dengan mengkonfigurasi vlan memetakan vlan 10 dinamakan "OFFICE" sedangkan vlan 20 dinamakan "HRD" dengan begitu kita mudah memanajemen jaringan terstruktur.

Keterangan :


IP Address :

Vlan 10 (OFFICE)  : 192.168.10.0/24
Vlan 20 (HRD)       : 192.168.20.0/24

IP Dhcp-Range :

Vlan 10 (OFFICE) : 192.168.10.2-192.168.10.10
Vlan 20 (HRD)      : 192.168.20.2-192.168.20.20


Oke langsung saja kita masuk ke dalam konfigurasinya :

Langkah pertama, konfigurasi identitas router mikrotik kita supaya lebih mudah dalam meremote router kita yang mana dan tambahkan interface baru yaitu vlan dengan id dan nama yang sudah ditentukan untuk perintahnya sebagai berikut :


[admin@Mikrotik] > system identity set name=R-CORE
[admin@R-CORE] > interface vlan add name=OFFICE vlan-id=10 interface=ether1 disabled=no
[admin@R-CORE] > interface vlan add name=HRD vlan-id=20 interface=ether1 disabled=no

Jangan lupa tampilkan setelah kita melakukan konfigurasi interface apakah jadi atau tidak.


[admin@R-CORE] > interface print
Flags: D - dynamic, X - disabled, R - running, S - slave
 #     NAME                                TYPE       ACTUAL-MTU L2MTU  MAX-L2MTU MAC-ADDRESS
 0  R  ether1                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:00
 1  R  ether2                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:01
 2  R  ether3                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:02
 3  R  ether4                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:03
 4  R  ether5                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:04
 5  R  ether6                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:05
 6  R  ether7                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:06
 7  R  ether8                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:07
 8  R  HRD                                vlan             1500                  0C:33:32:D1:42:00
 9  R  OFFICE                           vlan             1500                  0C:33:32:D1:42:00
[admin@R-CORE] >

Langkah kedua, jika sudah membuat interface vlan baru lalu selanjutnya setting ip address yang sudah ditentukan dan untuk perintahkan sebagai berikut :


[admin@R-CORE] > ip add add address=192.168.10.1/24 interface=OFFICE disabled=no
[admin@R-CORE] > ip add add address=192.168.20.1/24 interface=HRD disabled=no
[admin@R-CORE] > ip add pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 #   ADDRESS            NETWORK         INTERFACE
 0   192.168.10.1/24    192.168.10.0    OFFICE
 1   192.168.20.1/24    192.168.20.0    HRD
[admin@R-CORE] >

Langkah ketiga, disini kita menggunakkan layanan dhcp-server supaya kita mudah dan simple dalam memberikan ip secara otomatis kepada client. Untuk langkah konfigurasinya sebagai berikut :


[admin@R-CORE] > ip dhcp-server setup
Select interface to run DHCP server on
dhcp server interface: OFFICE
Select network for DHCP addresses
dhcp address space: 192.168.10.0/24
Select gateway for given network
gateway for dhcp network: 192.168.10.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server
addresses to give out: 192.168.10.2-192.168.10.10
Select DNS servers
dns servers:
Select lease time
lease time: 10m

Nah untuk konfigurasi diatas kita lagi setting untuk HRD dan mengenai OFFICE lakukan konfigurasi yang sama ya....

Langkah keempat, setelah kita sudah selesai mengkonfigurasi sisi router selanjutnya konfigurasi sisi switch cisco layer 2. Jika sudah diremote lakukan konfigurasi vlan cisco untuk materi ini sudah ada di artikel saya sebelumnya dengan judul " Tutorial Mudah Setting Vlan di Cisco " bisa diklik judul tersebut. Nah setelah itu teman-teman lakukan setting port mana yang kita alokasikan dengan vlan id yang sudah kita buat tadi dengan command sebagai berikut :


SW-CISCO(config)#int range e0/1-2
SW-CISCO(config-if-range)#sw mo acc
SW-CISCO(config-if-range)#sw acc vl 10
SW-CISCO(config-if-range)#
SW-CISCO(config)#int range e1/0,e1/1
SW-CISCO(config-if-range)#sw mo acc
SW-CISCO(config-if-range)#sw acc vl 20
SW-CISCO(config-if-range)#

Langkah kelima, Selanjutnya konfigurasi juga vlan trunking supaya vlan id yang berada di switch cisco dapat berkomunikasi dengan vlan id yang sudah kita buat tadi di router mikrotik, oleh karena itu lakukan perintah sebagai berikut :


SW-CISCO(config)#int e0/0
SW-CISCO(config-if)#sw mo tr
Command rejected: An interface whose trunk encapsulation is "Auto" can not be configured to "trunk" mode.
SW-CISCO(config-if)#switch trunk encapsulation dot1q
SW-CISCO(config-if)#switch mode trunk

Trunk berfungsi untuk melewatkan trafik dari banyak VLAN. Trunk biasanya dikonfigurasikan pada interface yang mengubungkan switch dengan switch atau switch dengan router.

Langkah keenam, Jangan lupa tampilkan konfigurasi vlan id dan trunking di switch cisco layer 2 yang sudah kita konfigurasi sebelumnya :


SW-CISCO#show vl br
VLAN Name                             Status    Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1    default                          active    Et0/0, Et0/3, Et1/2, Et1/3
                                                Et2/0, Et2/1, Et2/2, Et2/3
                                                Et3/0, Et3/1, Et3/2, Et3/3
10   OFFICE                           active    Et0/1, Et0/2
20   HRD                              active    Et1/0, Et1/1
1002 fddi-default                     act/unsup
1003 token-ring-default               act/unsup
1004 fddinet-default                  act/unsup
1005 trnet-default                    act/unsup
SW-CISCO#
SW-CISCO#show int trunk
Port        Mode             Encapsulation  Status        Native vlan
Et0/0       on               802.1q         trunking      1
Port        Vlans allowed on trunk
Et0/0       1-4094
Port        Vlans allowed and active in management domain
Et0/0       1,10,20
Port        Vlans in spanning tree forwarding state and not pruned
Et0/0       1,10,20
SW-CISCO#

Langkah ketujuh, setting ip dhcp-client disisi client yang menggunakkan vlan id 10 dan vlan id 20, kemudian lakukan ping dari salah satu vlan id ke vlan id laiinya apakah berhasil atau tidak :


PC-4> ip dhcp
DORA IP 192.168.20.20/24 GW 192.168.20.1
PC-4> ping 192.168.20.1
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=1 ttl=64 time=1.827 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=2 ttl=64 time=2.087 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=3 ttl=64 time=2.039 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=4 ttl=64 time=1.930 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=5 ttl=64 time=1.978 ms
PC-4> ping 192.168.10.10
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=1 ttl=63 time=4.023 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=2 ttl=63 time=3.196 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=3 ttl=63 time=2.264 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=4 ttl=63 time=2.071 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=5 ttl=63 time=4.422 ms

Catatan : "Jika masih terkendala bisa koment dikolom bawah ini ya...."

#Mikrotik #Cisco #VLAN #DHCP

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Wednesday, September 25, 2019

Cara Cepat Setting Tool Monitoring & Graphing di Mikrotik Lengkap

Cara Cepat Setting Tool Monitoring & Graphing di Mikrotik Lengkap

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Setting Tool Monitoring & Graphing di MikrotikTool Monitoring & Graphing di Mikrotik. Router yang sudah selesai kita setting dan sudah berjalan, bukan berarti akan kita tinggalkan begitu saja. terlebih router tersebut merupakan router backbone. Untuk melakukan pencatatan dalam format graph di MikroTik, admin jaringan bisa menggunakan fitur "Graphing". Banyak sekali kita diperuntungkan dengan config tool ini karena kita ndak harus mempunyai server tersendiri buat grap atau monitoring traffik jaringan yang sedang berjalan. Yang kedua tool ini sudah terinstall di router os mikrotik dan tinggal kita enable atau mengaktifkannya. Mungkin itu saja yang dapat sampaikan lanjut ke tutorial settingnya ya....

Langkah pertama, masuk menu "tools" kemudian pilih "Graphing" jika sudah create interfaces yang mau digrap atau dimonitoring trafficnya yang sedang berjalan. Cukup klik tanda tambah (+) selanjutnya dimenu interface pilih port ethernet yang mau dimonitoring.

Menu Tools : 

Menu Graphing :


Langkah kedua, bukak web browser anda ketikkan dengan alamat : http://ip_address/graphs/ misal : http://192.168.18.254/graphs/ kemudian akan muncul interface yang kita grap atau monitoring itu yang mana saja. Disini saya contohkan yang port Ethernet5 (eth5).


Langkah ketiga, jika kita mau melihat detail grapnya cukup klik atau arahkan kursor anda pada interface yang sudah kita create traffic monitornya. Dan tools ini dapat ditulis datanya paling kecil 5 menit untuk dapat membaca traffic internet yang sedang berjalan.


Catatan : "Dan ingatlah Rabb-mu jika kamu lupa" QS. Al-Kahfi: 24

#Mikrotik #MTCNA #Monitoring

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Sunday, September 15, 2019

Cara konfigurasi DHCP Static di CHR Lengkap

Cara konfigurasi DHCP Static di CHR Lengkap

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara konfigurasi DHCP Static di CHR Lengkap - DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Nah disini kita kita bahas yang static artinya kita dapat mensetting ip mana yang buat peralatan yang membutuhkan ip dengan mensetting sesuai keinginan kita. Awal mulainya kita perlu namanya DHCP Server yang penyedia alamat ip secara otomatis kepada client ya. Mungkin sedikit penjelasan mengenai hal tersebut langsung saja ketutorial konfigurasinya.....

Langkah pertama, setting ip address diinterface yang mengarah keclient kita seperti contoh :
Ethernet 1 : "192.168.14.1/24" jangan lupa selalu diberikan comment atau description untuk menandai bahwa interface ini mengarah ke access point misal. Nah yang suka setting by CLI :

ip address add address=192.168.14.1/24 interface=ether1 comment=AP


Langkah kedua, nah setelah itu setting DHCP Server di CHR mikrotik untuk tutorial ini bisa dibaca artikel sebelumnya ya...


Langkah ketiga, kemudian masuk di menu DHCP leases yang fungsi dapat melihat siapa saja yang sudah mendapatkan alamat ip dhcp server yang sudah kita buat tadi. lalu select salah satu client dan klik kanan pilih "make static". 


Langkah keempat, jika sudah akan muncul window baru kemudian edit pada menu address sesuai keinginan kita namun jangan lupa perhatian subnet yang kita buat..


Langkah kelima, awalnya client mendapatkan alamat ip otomatis berdasarkan dari yang terbesar misal "192.168.14.254/24" kemudian setelah kita ganti menjadi "192.168.14.2/24".


Catatan : "Tahun-tahun itu seperti pohon, bulan-bulan itu seperti cabang pohon, hari-hari seperti rantingnya, jam demi jam seperti dedaunan, dan nafas kita adalah buahnya. Siapa yang setiap desahan nafasnya diisi dengan ketaatan kepada Allah, maka buah pohon itu adalah buah yang baik." Ibnul Qoyiim Dr Daghsy bin Syabib al ‘Ajmi Imam.

#MTCNA #DHCP #CHR #Networking

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Sunday, September 8, 2019

Cara Setting VLAN Mikrotik RB750Gr2

 Tutorial Cara Setting VLAN Mikrotik RB750Gr2

Assalamu'alaikum wr.wb

Tutorial Cara Setting VLAN Mikrotik RB750Gr2 - Sebelum kita melakukan konfigurasi lebih baiknya harus tau apa itu VLAN??? Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Kita juga dapat diperuntungkan dengan menggunakkan VLAN dikarena kita menghemat penggunaan port Router kita cukup satu untuk terminasi ke Client bisa menggunakkan Switch Unmanagement atau yang sudah management. Tak lupa juga kita diperuntungkan dengan penyebaran virus misal dalam satu client ke semua jaringan kita. Mungkin sedikit saja penjelasannya dan langsung ke tutorial setting vlan di Mikrotik RB750Gr2 berikut ini :

Langkah pertama, jalankan aplikasi winbox kemudian lakukan remote router anda dengan mac address. Setelah itu buka menu "interface" dan pilih samping kanan dengan menu "VLAN".


Langkah kedua, tambahkan virtual lan baru dengan menekan tanda (+) dan yang perlu disetting ialah pada kolom "Name", "VLAN ID" dan pada kolom "Interface". Nah perhatikan pada kolom vlan id untuk name bisa terserah bebas.


Langkah ketiga, buatlah satu lagi vlan yang berbeda ID langkahnya seperti diatas.


Langkah keempat, tambahkan ip address masing vlan yang sudah kita buat tadi dengan berbeda network.

Masuk menu IP>Address :


Tambahkan alamat ip dimasing vlan tadi :


Langkah kelima, kita ujicoba apakah berhasil atau tidak kita setting VLAN tadi.


Catatan : "Terbunuh di jalan Allah menghapuskan (dosa) seluruhnya, kecuali hutang" HR. Muslim no. 1886

#VLAN #MTCNA #RB750Gr2

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Thursday, July 4, 2019

Cara Setting DHCP Server di CHR Mikrotik

keyword

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Setting DHCP Server di CHR Mikrotik - Sering kita ketahui pada saat kita connect sebuah wifi dengan otomatis kita mendapatkan ip dengan otomatis. Tanpa kita sadari bahwa mendapatkan ip otomatis dari wifi begitu kita perlu sebuah server. Nah server tersebut dinamakan DHCP Server. DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk mempermudah pengalokasian IP Address pada satu jaringan. DHCP memberikan nomor IP Address dengan mengambil nya dari database DHCP server. 
Mungkin itu saja penjelasan sedikit mengenai DHCP Server langsung saja langkah-langkah konfigurasinya.

Langkah pertama, Buatlah topologi jaringan dimana terdapat router 1 dan 2 client, lebih jelasnya lihat topologi berikut ini :


Langkah kedua, Remote router CHR-1 atau router 1 dengan winbox maupun terminal dengan protokol ssh dan telnet. Kemudian setting nama identitas router tersebut dengan command :

[admin@mikrotik] > system identity set name=CHR
[admin@CHR] >

Setelah itu konfigurasi ip address yang menuju lokal atau ke client, dengan command :

[admin@CHR] > ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether6

Selanjutnya buatlah range ip yang dapat dipinjamkan ke client dengan command :

[admin@CHR] > ip pool add range=192.168.10.2-192.168.10.200 name=DHCP


Langkah ketiga, Setelah membuat ip range kita masukkan kedalam alokasi untuk peminjaman ip dhcp client di setting sisi server. Untuk cara settingnya ketikkan perintah :

[admin@CHR] > ip dhcp-server add interface=ether6 address-pool=DHCP lease-time=20m name=DHCP disabled=no
[admin@CHR] > ip dhcp-server add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1

Dengan begitu kita sudah selesai konfigurasi DHCP Server di sisi Router.


Langkah keempat, setting ip dhcp client disisi client lalu coba ping ke gateway 192.168.10.1.


Langkah kelima, untuk mengecheck siapa yang dapat ip dhcp client disisi router ketikkan perintah sebagai berikut :

[admin@CHR] > ip dhcp-server lease print


Sudah selesai kita konfigurasi DHCP Server di sisi router mikrotik dengan melalui terminal untuk GUI lebih mudah. Dengan begini kita tidak usah susah mensetting ip kita untuk terhubung satu network dengan router, cukup kita setting dhp langsung connect.

Catatan : "Ketika harapan itu kita gantungkan kepada manusia, pasti berakhir dengan kekecewaan. Harapan yang indah adalah hanya berharap kepada Allah semata" Ustadz Abu Yahya Badursalam.

#Mikrotik #MTCNA #DHCP #CHR


Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb