Friday, November 8, 2019

Cara Konfigurasi VLAN di router Mikrotik dengan switch Cisco

Cara Konfigurasi VLAN di router Mikrotik dengan switch Cisco

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Konfigurasi VLAN di router Mikrotik dengan switch Cisco Layer 2 - VLAN merupakan implementasi jaringan yang bertujuan untuk memecah segmen jaringan dalam sebuah switch. Dengan menggunakan VLAN kita dapat membuat lebih dari satu jaringan menggunakan sebuah switch. 

Switch cisco yang digunakan pada tutorial ini menggunakan interface dengan tipe ethernet biasa. Apabila tipe interface yang kalian gunakan berbeda (Fastethernet/Gigabit) maka konfigurasi interface disesuaikan dengan tipe milik kalian.

Disini saya juga menggunakkan sebuah aplikasi simulasi jaringan yang dinamakan GNS3 dan teman-teman bisa menginstall terlebih dahulu ya atau punya perangkat hardwarenya langsung saja menuju praktek konfigurasinya sebagai berikut :

Buatlah topologi sederhana dimana ada sebuah router, switch dan client masing kita rancang, bangun seperti gambar berikut ini :


Penjelasan topologi diatas adalah disini kita memakai perangkat router mikrotik dan switch l2 cisco dan 4 pc client masing-masing dibagi menjadi 2 bagian dengan mengkonfigurasi vlan memetakan vlan 10 dinamakan "OFFICE" sedangkan vlan 20 dinamakan "HRD" dengan begitu kita mudah memanajemen jaringan terstruktur.

Keterangan :


IP Address :

Vlan 10 (OFFICE)  : 192.168.10.0/24
Vlan 20 (HRD)       : 192.168.20.0/24

IP Dhcp-Range :

Vlan 10 (OFFICE) : 192.168.10.2-192.168.10.10
Vlan 20 (HRD)      : 192.168.20.2-192.168.20.20


Oke langsung saja kita masuk ke dalam konfigurasinya :

Langkah pertama, konfigurasi identitas router mikrotik kita supaya lebih mudah dalam meremote router kita yang mana dan tambahkan interface baru yaitu vlan dengan id dan nama yang sudah ditentukan untuk perintahnya sebagai berikut :


[admin@Mikrotik] > system identity set name=R-CORE
[admin@R-CORE] > interface vlan add name=OFFICE vlan-id=10 interface=ether1 disabled=no
[admin@R-CORE] > interface vlan add name=HRD vlan-id=20 interface=ether1 disabled=no

Jangan lupa tampilkan setelah kita melakukan konfigurasi interface apakah jadi atau tidak.


[admin@R-CORE] > interface print
Flags: D - dynamic, X - disabled, R - running, S - slave
 #     NAME                                TYPE       ACTUAL-MTU L2MTU  MAX-L2MTU MAC-ADDRESS
 0  R  ether1                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:00
 1  R  ether2                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:01
 2  R  ether3                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:02
 3  R  ether4                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:03
 4  R  ether5                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:04
 5  R  ether6                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:05
 6  R  ether7                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:06
 7  R  ether8                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:07
 8  R  HRD                                vlan             1500                  0C:33:32:D1:42:00
 9  R  OFFICE                           vlan             1500                  0C:33:32:D1:42:00
[admin@R-CORE] >

Langkah kedua, jika sudah membuat interface vlan baru lalu selanjutnya setting ip address yang sudah ditentukan dan untuk perintahkan sebagai berikut :


[admin@R-CORE] > ip add add address=192.168.10.1/24 interface=OFFICE disabled=no
[admin@R-CORE] > ip add add address=192.168.20.1/24 interface=HRD disabled=no
[admin@R-CORE] > ip add pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 #   ADDRESS            NETWORK         INTERFACE
 0   192.168.10.1/24    192.168.10.0    OFFICE
 1   192.168.20.1/24    192.168.20.0    HRD
[admin@R-CORE] >

Langkah ketiga, disini kita menggunakkan layanan dhcp-server supaya kita mudah dan simple dalam memberikan ip secara otomatis kepada client. Untuk langkah konfigurasinya sebagai berikut :


[admin@R-CORE] > ip dhcp-server setup
Select interface to run DHCP server on
dhcp server interface: OFFICE
Select network for DHCP addresses
dhcp address space: 192.168.10.0/24
Select gateway for given network
gateway for dhcp network: 192.168.10.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server
addresses to give out: 192.168.10.2-192.168.10.10
Select DNS servers
dns servers:
Select lease time
lease time: 10m

Nah untuk konfigurasi diatas kita lagi setting untuk HRD dan mengenai OFFICE lakukan konfigurasi yang sama ya....

Langkah keempat, setelah kita sudah selesai mengkonfigurasi sisi router selanjutnya konfigurasi sisi switch cisco layer 2. Jika sudah diremote lakukan konfigurasi vlan cisco untuk materi ini sudah ada di artikel saya sebelumnya dengan judul " Tutorial Mudah Setting Vlan di Cisco " bisa diklik judul tersebut. Nah setelah itu teman-teman lakukan setting port mana yang kita alokasikan dengan vlan id yang sudah kita buat tadi dengan command sebagai berikut :


SW-CISCO(config)#int range e0/1-2
SW-CISCO(config-if-range)#sw mo acc
SW-CISCO(config-if-range)#sw acc vl 10
SW-CISCO(config-if-range)#
SW-CISCO(config)#int range e1/0,e1/1
SW-CISCO(config-if-range)#sw mo acc
SW-CISCO(config-if-range)#sw acc vl 20
SW-CISCO(config-if-range)#

Langkah kelima, Selanjutnya konfigurasi juga vlan trunking supaya vlan id yang berada di switch cisco dapat berkomunikasi dengan vlan id yang sudah kita buat tadi di router mikrotik, oleh karena itu lakukan perintah sebagai berikut :


SW-CISCO(config)#int e0/0
SW-CISCO(config-if)#sw mo tr
Command rejected: An interface whose trunk encapsulation is "Auto" can not be configured to "trunk" mode.
SW-CISCO(config-if)#switch trunk encapsulation dot1q
SW-CISCO(config-if)#switch mode trunk

Trunk berfungsi untuk melewatkan trafik dari banyak VLAN. Trunk biasanya dikonfigurasikan pada interface yang mengubungkan switch dengan switch atau switch dengan router.

Langkah keenam, Jangan lupa tampilkan konfigurasi vlan id dan trunking di switch cisco layer 2 yang sudah kita konfigurasi sebelumnya :


SW-CISCO#show vl br
VLAN Name                             Status    Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1    default                          active    Et0/0, Et0/3, Et1/2, Et1/3
                                                Et2/0, Et2/1, Et2/2, Et2/3
                                                Et3/0, Et3/1, Et3/2, Et3/3
10   OFFICE                           active    Et0/1, Et0/2
20   HRD                              active    Et1/0, Et1/1
1002 fddi-default                     act/unsup
1003 token-ring-default               act/unsup
1004 fddinet-default                  act/unsup
1005 trnet-default                    act/unsup
SW-CISCO#
SW-CISCO#show int trunk
Port        Mode             Encapsulation  Status        Native vlan
Et0/0       on               802.1q         trunking      1
Port        Vlans allowed on trunk
Et0/0       1-4094
Port        Vlans allowed and active in management domain
Et0/0       1,10,20
Port        Vlans in spanning tree forwarding state and not pruned
Et0/0       1,10,20
SW-CISCO#

Langkah ketujuh, setting ip dhcp-client disisi client yang menggunakkan vlan id 10 dan vlan id 20, kemudian lakukan ping dari salah satu vlan id ke vlan id laiinya apakah berhasil atau tidak :


PC-4> ip dhcp
DORA IP 192.168.20.20/24 GW 192.168.20.1
PC-4> ping 192.168.20.1
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=1 ttl=64 time=1.827 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=2 ttl=64 time=2.087 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=3 ttl=64 time=2.039 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=4 ttl=64 time=1.930 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=5 ttl=64 time=1.978 ms
PC-4> ping 192.168.10.10
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=1 ttl=63 time=4.023 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=2 ttl=63 time=3.196 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=3 ttl=63 time=2.264 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=4 ttl=63 time=2.071 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=5 ttl=63 time=4.422 ms

Catatan : "Jika masih terkendala bisa koment dikolom bawah ini ya...."

#Mikrotik #Cisco #VLAN #DHCP

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Wednesday, October 30, 2019

Cara setting DHCP Relay di Mikrotik dengan Mudah

Cara setting DHCP Relay di Mikrotik dengan Mudah

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara setting DHCP Relay di Mikrotik dengan Mudah - DHCP Relay adalah  sebuah proxy yang meneruskan paket DHCP antara client dengan server saat client dan server tidak berada pada satu subnet. Penerusan IP oleh DHCP Relay agent terpisah dari forwarding normal sebuah router IP, dimana datagram jaringan dipecah antara network secara sedikit transparan. Dengan ini kita dapat membuat DHCP Server kita secara terpusat dan mudah untuk memanagementnya.

Nah mungkin kita sebagai network enginner dimudahkan untuk settingan tersebut, dan berikut langkah-langkah konfigurasi.

Langkah pertama, buatlah topologi jaringan dengan membutuhkan 2 perangkat router dan 1 laptop untuk sisi client. Dan lakukan subnetting untuk PTP dari DHCP-Server ke DHCP-Relay ip nya : 10.10.16.0/30 sedangkan untuk ip dari router DHCP-Relay ke Klient : 192.168.16.0/24


Langkah kedua, lakukan setting ip PTP dari server ke relay dengan ip sisi server : 10.10.16.1/30,
berikut perintahnya :

[admin@DHCP-SERVER] > ip add add add=10.10.16.1/30 interface=ether1 comment=B2B-RELAY


Langkah ketiga, selanjutnya lakukan setting dhcp-server untuk ip network 192.168.16.0/24, untuk perintahnya sebagai berikut :
[admin@DHCP-SERVER] > ip dhcp-server add interface=ether1 address-pool=DHCP-RELAY lease-time=10m disabled=no name=DHCP-RELAY relay=192.168.16.1
[admin@DHCP-SERVER] > ip dhcp-server network add address=192.168.16.0/24 gateway=192.168.16.1 netmask=255.255.255.0


Langkah keempat, jangan lupa setting ip address sisi router dhcp-relay dengan ip sesuai yang sudah ditentukan tadi.

[admin@DHCP-RELAY] > ip add add add=10.10.16.2/30 interface=ether1 comment=B2B-SERVER

[admin@DHCP-RELAY] > ip add add add=192.168.16.1/24 interface=ether2 comment=TO-LAN


Langkah kelima, setting relay atau meneruskan ip dhcp dari server ke klient melalui dhcp-relay, untuk perintah sebagai berikut :


[admin@DHCP-RELAY] > ip dhcp-relay add dhcp-server=10.10.16.1 interface=ether2 local-address=192.168.16.1 disabled=no name=TO-LAN


Langkah keenam, uji coba sisi client dapat ping ke gateway router dhcp relay dengan mendapatkan ip otomatis dari router dhcp-server.


Catatan : "Terbunuh di jalan Allah menghapuskan (dosa) seluruhnya, kecuali hutang " HR. Muslim no. 1886

#MTCNA #DHCP #RELAY

sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Sunday, September 15, 2019

Cara konfigurasi DHCP Static di CHR Lengkap

Cara konfigurasi DHCP Static di CHR Lengkap

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara konfigurasi DHCP Static di CHR Lengkap - DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Nah disini kita kita bahas yang static artinya kita dapat mensetting ip mana yang buat peralatan yang membutuhkan ip dengan mensetting sesuai keinginan kita. Awal mulainya kita perlu namanya DHCP Server yang penyedia alamat ip secara otomatis kepada client ya. Mungkin sedikit penjelasan mengenai hal tersebut langsung saja ketutorial konfigurasinya.....

Langkah pertama, setting ip address diinterface yang mengarah keclient kita seperti contoh :
Ethernet 1 : "192.168.14.1/24" jangan lupa selalu diberikan comment atau description untuk menandai bahwa interface ini mengarah ke access point misal. Nah yang suka setting by CLI :

ip address add address=192.168.14.1/24 interface=ether1 comment=AP


Langkah kedua, nah setelah itu setting DHCP Server di CHR mikrotik untuk tutorial ini bisa dibaca artikel sebelumnya ya...


Langkah ketiga, kemudian masuk di menu DHCP leases yang fungsi dapat melihat siapa saja yang sudah mendapatkan alamat ip dhcp server yang sudah kita buat tadi. lalu select salah satu client dan klik kanan pilih "make static". 


Langkah keempat, jika sudah akan muncul window baru kemudian edit pada menu address sesuai keinginan kita namun jangan lupa perhatian subnet yang kita buat..


Langkah kelima, awalnya client mendapatkan alamat ip otomatis berdasarkan dari yang terbesar misal "192.168.14.254/24" kemudian setelah kita ganti menjadi "192.168.14.2/24".


Catatan : "Tahun-tahun itu seperti pohon, bulan-bulan itu seperti cabang pohon, hari-hari seperti rantingnya, jam demi jam seperti dedaunan, dan nafas kita adalah buahnya. Siapa yang setiap desahan nafasnya diisi dengan ketaatan kepada Allah, maka buah pohon itu adalah buah yang baik." Ibnul Qoyiim Dr Daghsy bin Syabib al ‘Ajmi Imam.

#MTCNA #DHCP #CHR #Networking

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Saturday, September 14, 2019

Tutorial Point To Point DynaDish 5 AC Lengkap

Tutorial Point To Point DynaDish 5 AC Lengkap

Assalamu'alaikum wr.wb

Tutorial Point To Point DynaDish 5 AC Lengkap - Point to Point Adalah salah satu komputer / perangkat yang disambungkan ke satu perangkat / komputer saja baik menggunakan perangkat wireless maupun menggunakan kabel Lan saja. Nah ada juga yang dinamakan Point to Multipoint namun kita disini bahas yang PTP istilahnya. Terus apa perbedaan kedua tersebut ialah PTP hanya fokus satu arah sedangkan multipoint dapat segala arah. Nah mungkin itu saja sedikit penjelasan mengenai PTP kita langsung lanjut ke tutorial.

Langkah pertama, sebelumnya persiapkan alat yang dibutuhkan seperti 2 perangkat radio mikrotik DynaDish 5 ac dan 2 Router RB951 + RB751 jangan lupa juga 2 POE + adaptor dan 2 buah Kabel LAN.

DynaDish 5 ac (A) :


DynaDish 5 ac (B) :


2 Buah POE + Adaptor : 

POE :


Adaptor :


2 Buah router + Kabel Lan :
2 Router :


2 Kabel Lan :


Langkah kedua, Nah jika sudah dipersiapkan yang awal setting perangkat router dari ip address.
Dari Router A dengan ip buat Radio DynaDish A "172.16.1.1/29" begitu juga setting Vlan untuk client Router B dengan vlan 14 dan 16 :
  • Vlan 14  "192.168.14.1/30"
  • Vlan 16  "192.168.16.1/30
Mengapa saya pakai /30 disini saya uji coba apakah vlan tembus sampai ke router B. Nah untuk itu simak artikel ini sampai selesai ya.

Router A

Langkah ketiga, setelah selesai setting router lalu konfigurasi perangkat radio DynaDish 5 ac sisi A dengan config sebagai pemancar dengan mode "bridge".


Langkah keempat, masih setting dynadish 5 sisi A kita konfig untuk "bridge port" dari ethernet dan wirelles dibuat satu interface baru.


Langkah kelima, Nah jika sudah selesai setting router A dan DynaDish 5 A kita setting juga begitu di sisi router B dan Dynadish B. Di router B seperti berikut ini confignya :

Router B :


Setting juga bridge port sisi DynaDish 5 B dan lakukan connect ke sisi A.

DynaDish 5 ac (B) :

Cara konek ke radio sisi A buka menu wirelles lalu pilih mode "station bridge" kemudian ada menu "scan" disisi kanan pilih itu lalu cari pancaran sinyal dari Sisi A. Jika sudah ketemu jangan lupa diselect dan klik connect pada menu kanan.


Langkah keempat, jika sudah selesai config diatas harusnya sudah bisa saling berhubungan dari sisi A ke sisi B dengan test live ping :


Catatan : "Siapa yang tak rasakan pahit di awal, ia takkan rasa manisnya sebuah akhir" Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As Sadhan.

#Mikrotik #MTCNA #DynaDish 5 ac #PTP

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Thursday, September 12, 2019

Tutorial Pasang Kabel Patch Cord di CRS port SFP

Tutorial Pasang Kabel Patch Cord di CRS port SFP

Assalamu'alaikum wr.wb

Tutorial Pasang Kabel Patch Cord di CRS port SFP 10Gb - sebelum ke tutorial kamu haru ketahui apa itu kabel pathcord dan apa itu port SFP??? Kabel Patch Cord adalah kabel fiber optik dengan panjang tertentu yang sudah terpasang konektor di ujungnya dan digunakan untuk menghubungkan antar perangkat atau ke koneksi telekomunikasi. Dan SFP adalah perangkat yang men-transmitte dan me-receive sinyal informasi dengan media serat optik. SFP merupakan pengembangan dari Gigabit Interface Converter (GBIC). SFP disebut juga mini-GBIC. Istilah GBIC artinya suatu port yang dikhususkan untuk berhubungan dengan jaringan backbone dengan bandwidth yang besar. Nah sudah dijelaskan apa itu kabel Patchcord dan port SFP. Oke langsung saja sobat ke tutorial cara pemasangannya.

Langkah pertama, siapkan sebuah kabel patch cord dan 2 buah konektor sfp, selain itu juga pastikan CRS atau router anda support konektor SFP ya.

2 buah CRS seri 326-24G-2S+RM dan CRS seri 328-24P-4S+ dibawah ini :


Kabel Patchord dibawah ini :


Terdapat konektor SFP yang menghubungkan kedua router dengan kabel patchcord :


Langkah kedua, colokkan konektort SFP dengan posisi biru2 tersebut diatas ya kalau kebalik tidak akan bisa masuk konektor SFP ke dalam port SFP. 


Langkah ketiga, jika sudah tertancap seperti gambar diatas lakukan tutup pengait biru dengan ke arah atas dan hasilnya seperti ini.


Langkah keempat, colokkan kabel patchcord ke konektor SFP yang terlah dicolok ke port SFP untuk pemasangannya seperti gambar berikut.


Langkah kelima, pastikan posisi port SFP terindikasi kedip2 dengan warna hijau ya. Dan lakukan pengecekkan apakah sudah terpasang dengan baik atau tidak. Nah untuk itu remote kedua CRS tersebut dengan winbox.


Catatan : "Orang berakal bukanlah yang kenal akan mana yang baik mana yang buruk, melainkan orang yang jika kenal kebaikan lalu ia ikuti, jika kenal keburukan lalu ia jauhi " Sufyan ibn Uyainah

#NeworkEngineer #CRS #Mikrotik #SFP

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Sunday, September 8, 2019

Cara Setting VLAN Mikrotik RB750Gr2

 Tutorial Cara Setting VLAN Mikrotik RB750Gr2

Assalamu'alaikum wr.wb

Tutorial Cara Setting VLAN Mikrotik RB750Gr2 - Sebelum kita melakukan konfigurasi lebih baiknya harus tau apa itu VLAN??? Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Kita juga dapat diperuntungkan dengan menggunakkan VLAN dikarena kita menghemat penggunaan port Router kita cukup satu untuk terminasi ke Client bisa menggunakkan Switch Unmanagement atau yang sudah management. Tak lupa juga kita diperuntungkan dengan penyebaran virus misal dalam satu client ke semua jaringan kita. Mungkin sedikit saja penjelasannya dan langsung ke tutorial setting vlan di Mikrotik RB750Gr2 berikut ini :

Langkah pertama, jalankan aplikasi winbox kemudian lakukan remote router anda dengan mac address. Setelah itu buka menu "interface" dan pilih samping kanan dengan menu "VLAN".


Langkah kedua, tambahkan virtual lan baru dengan menekan tanda (+) dan yang perlu disetting ialah pada kolom "Name", "VLAN ID" dan pada kolom "Interface". Nah perhatikan pada kolom vlan id untuk name bisa terserah bebas.


Langkah ketiga, buatlah satu lagi vlan yang berbeda ID langkahnya seperti diatas.


Langkah keempat, tambahkan ip address masing vlan yang sudah kita buat tadi dengan berbeda network.

Masuk menu IP>Address :


Tambahkan alamat ip dimasing vlan tadi :


Langkah kelima, kita ujicoba apakah berhasil atau tidak kita setting VLAN tadi.


Catatan : "Terbunuh di jalan Allah menghapuskan (dosa) seluruhnya, kecuali hutang" HR. Muslim no. 1886

#VLAN #MTCNA #RB750Gr2

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Thursday, July 4, 2019

Cara Setting DHCP Server di CHR Mikrotik

keyword

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Setting DHCP Server di CHR Mikrotik - Sering kita ketahui pada saat kita connect sebuah wifi dengan otomatis kita mendapatkan ip dengan otomatis. Tanpa kita sadari bahwa mendapatkan ip otomatis dari wifi begitu kita perlu sebuah server. Nah server tersebut dinamakan DHCP Server. DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk mempermudah pengalokasian IP Address pada satu jaringan. DHCP memberikan nomor IP Address dengan mengambil nya dari database DHCP server. 
Mungkin itu saja penjelasan sedikit mengenai DHCP Server langsung saja langkah-langkah konfigurasinya.

Langkah pertama, Buatlah topologi jaringan dimana terdapat router 1 dan 2 client, lebih jelasnya lihat topologi berikut ini :


Langkah kedua, Remote router CHR-1 atau router 1 dengan winbox maupun terminal dengan protokol ssh dan telnet. Kemudian setting nama identitas router tersebut dengan command :

[admin@mikrotik] > system identity set name=CHR
[admin@CHR] >

Setelah itu konfigurasi ip address yang menuju lokal atau ke client, dengan command :

[admin@CHR] > ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether6

Selanjutnya buatlah range ip yang dapat dipinjamkan ke client dengan command :

[admin@CHR] > ip pool add range=192.168.10.2-192.168.10.200 name=DHCP


Langkah ketiga, Setelah membuat ip range kita masukkan kedalam alokasi untuk peminjaman ip dhcp client di setting sisi server. Untuk cara settingnya ketikkan perintah :

[admin@CHR] > ip dhcp-server add interface=ether6 address-pool=DHCP lease-time=20m name=DHCP disabled=no
[admin@CHR] > ip dhcp-server add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1

Dengan begitu kita sudah selesai konfigurasi DHCP Server di sisi Router.


Langkah keempat, setting ip dhcp client disisi client lalu coba ping ke gateway 192.168.10.1.


Langkah kelima, untuk mengecheck siapa yang dapat ip dhcp client disisi router ketikkan perintah sebagai berikut :

[admin@CHR] > ip dhcp-server lease print


Sudah selesai kita konfigurasi DHCP Server di sisi router mikrotik dengan melalui terminal untuk GUI lebih mudah. Dengan begini kita tidak usah susah mensetting ip kita untuk terhubung satu network dengan router, cukup kita setting dhp langsung connect.

Catatan : "Ketika harapan itu kita gantungkan kepada manusia, pasti berakhir dengan kekecewaan. Harapan yang indah adalah hanya berharap kepada Allah semata" Ustadz Abu Yahya Badursalam.

#Mikrotik #MTCNA #DHCP #CHR


Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb