Tuesday, November 12, 2019

Cara Konfigurasi DHCP Relay di Cisco Packet Tracer

Cara Konfigurasi DHCP Relay di Cisco Packet Tracer


Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Konfigurasi DHCP Relay di Cisco Packet Tracer 7.2 - DHCP Relay adalah  sebuah proxy yang meneruskan paket DHCP antara client dengan server saat client dan server tidak berada pada satu subnet. Penerusan IP oleh DHCP Relay agent terpisah dari forwarding normal sebuah router IP, dimana datagram jaringan dipecah antara network secara sedikit transparan. Dengan ini kita dapat membuat DHCP Server kita secara terpusat dan mudah untuk memanagementnya.

Dengan konsep seperti ini mengurangi beban cpu router disisi client kurang cocok untuk menampung beban request ip yang banyak dari client baik perangkat smartphone, laptop dll. Selain itu meringkan pekerjaan seorang admin jaringan. Mungkin itu saja sedikit penjelasaan langsung ke pembahasan langkah-langkah konfigurasi :


Langkah pertama, buka aplikasi cisco packet tracer dan buatlah topologi sederhana dengan 2 Router dan 1 client baik pc maupun laptop. Selanjutnya buka router yang dijadikan sebagai router dhcp server kemudian konfigurasi hostname dengan perintah berikut ini :







Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R-DHCP_SERVER


Langkah kedua, setelah selesai mengkonfigurasi hostname kemudian setting alamat ip untuk dapat berkomunikasi dengan perangkat secara logik. Untuk interface bisa disesuaikan dengan perangkat yang anda pakai disini saya memakai fast ethernet. Berikut perintah konfigurasinya :




R-DHCP_SERVER(config)#int g0/0
R-DHCP_SERVER(config-if)#ip add 10.10.16.1 255.255.255.252
R-DHCP_SERVER(config-if)#no sh
R-DHCP_SERVER(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface GigabitEthernet0/0, changed state to up


Langkah ketiga, nah setelah mengkonfigurasi hostname dan ip address kita buat pool range untuk kelas ip yang akan diterima oleh dhcp-client. Kemudian ketikkan perintah seperti berikut ini :




R-DHCP_SERVER(config)#ip dhcp pool LAN-16
R-DHCP_SERVER(dhcp-config)#default-router 192.168.16.1
R-DHCP_SERVER(dhcp-config)#net 192.168.16.0 255.255.255.0


Langkah keempat, lakukan konfigurasi juga hostname dan ip address di sisi router dhcp relay untuk perintah nya sebagai berikut :




Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R-DHCP_RELAY
R-DHCP_RELAY(config)#int g0/0
R-DHCP_RELAY(config-if)#ip add 10.10.16.2 255.255.255.252
R-DHCP_RELAY(config-if)#no sh
R-DHCP_RELAY(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface GigabitEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface GigabitEthernet0/0, changed state to up


Langkah kelima, masih satu lagi setting untuk ip gateway sisi dhcp client supaya dapat terhubung dengan network jaringan laiinya sesuai settingan admin jaringan. Nah berikut ini command settingan ip nya :



R-DHCP_RELAY(config-if)#int g0/1
R-DHCP_RELAY(config-if)#ip add 192.168.16.1 255.255.255.0
R-DHCP_RELAY(config-if)#no sh
R-DHCP_RELAY(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface GigabitEthernet0/1, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface GigabitEthernet0/1, changed state to up

Langkah keenam, kembali di router dhcp server lakukan routing static ke network jaringan dhcp client yang berbeda network dengan perintah sebagai berikut :



R-DHCP_SERVER(config)#ip route 192.168.16.0 255.255.255.0 10.10.16.2

Langkah ketujuh, terakhir dari inti kita sesuai topik diatas lakukan relay ip dhcp-server ke client yang dinamakan dhcp client, untuk perintahnya sebagai berikut :



R-DHCP_RELAY(config-if)# ip-helper address 10.10.16.1

Langkah kedelapan, lakukan request ip dari dhcp server disisi client dan lakukan ping ke router dhcp server berhasil atau tidak.



C:\>ping 192.168.16.2
Pinging 192.168.16.2 with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.16.2: bytes=32 time=2ms TTL=128
Reply from 192.168.16.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 192.168.16.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 192.168.16.2: bytes=32 time<1ms TTL=128
Ping statistics for 192.168.16.2:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 2ms, Average = 0ms
C:\>ping 10.10.16.1
Pinging 10.10.16.1 with 32 bytes of data:
Reply from 10.10.16.1: bytes=32 time=1ms TTL=254
Reply from 10.10.16.1: bytes=32 time=1ms TTL=254
Reply from 10.10.16.1: bytes=32 time=5ms TTL=254
Reply from 10.10.16.1: bytes=32 time<1ms TTL=254
Ping statistics for 10.10.16.1:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 5ms, Average = 1ms

Berikut terlampir hasilnya :




Tags : #CCNA #CISCO



Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Friday, November 8, 2019

Cara Konfigurasi VLAN di router Mikrotik dengan switch Cisco

Cara Konfigurasi VLAN di router Mikrotik dengan switch Cisco

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Konfigurasi VLAN di router Mikrotik dengan switch Cisco Layer 2 - VLAN merupakan implementasi jaringan yang bertujuan untuk memecah segmen jaringan dalam sebuah switch. Dengan menggunakan VLAN kita dapat membuat lebih dari satu jaringan menggunakan sebuah switch. 

Switch cisco yang digunakan pada tutorial ini menggunakan interface dengan tipe ethernet biasa. Apabila tipe interface yang kalian gunakan berbeda (Fastethernet/Gigabit) maka konfigurasi interface disesuaikan dengan tipe milik kalian.

Disini saya juga menggunakkan sebuah aplikasi simulasi jaringan yang dinamakan GNS3 dan teman-teman bisa menginstall terlebih dahulu ya atau punya perangkat hardwarenya langsung saja menuju praktek konfigurasinya sebagai berikut :

Buatlah topologi sederhana dimana ada sebuah router, switch dan client masing kita rancang, bangun seperti gambar berikut ini :


Penjelasan topologi diatas adalah disini kita memakai perangkat router mikrotik dan switch l2 cisco dan 4 pc client masing-masing dibagi menjadi 2 bagian dengan mengkonfigurasi vlan memetakan vlan 10 dinamakan "OFFICE" sedangkan vlan 20 dinamakan "HRD" dengan begitu kita mudah memanajemen jaringan terstruktur.

Keterangan :


IP Address :

Vlan 10 (OFFICE)  : 192.168.10.0/24
Vlan 20 (HRD)       : 192.168.20.0/24

IP Dhcp-Range :

Vlan 10 (OFFICE) : 192.168.10.2-192.168.10.10
Vlan 20 (HRD)      : 192.168.20.2-192.168.20.20


Oke langsung saja kita masuk ke dalam konfigurasinya :

Langkah pertama, konfigurasi identitas router mikrotik kita supaya lebih mudah dalam meremote router kita yang mana dan tambahkan interface baru yaitu vlan dengan id dan nama yang sudah ditentukan untuk perintahnya sebagai berikut :


[admin@Mikrotik] > system identity set name=R-CORE
[admin@R-CORE] > interface vlan add name=OFFICE vlan-id=10 interface=ether1 disabled=no
[admin@R-CORE] > interface vlan add name=HRD vlan-id=20 interface=ether1 disabled=no

Jangan lupa tampilkan setelah kita melakukan konfigurasi interface apakah jadi atau tidak.


[admin@R-CORE] > interface print
Flags: D - dynamic, X - disabled, R - running, S - slave
 #     NAME                                TYPE       ACTUAL-MTU L2MTU  MAX-L2MTU MAC-ADDRESS
 0  R  ether1                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:00
 1  R  ether2                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:01
 2  R  ether3                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:02
 3  R  ether4                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:03
 4  R  ether5                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:04
 5  R  ether6                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:05
 6  R  ether7                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:06
 7  R  ether8                              ether            1500                  0C:33:32:D1:42:07
 8  R  HRD                                vlan             1500                  0C:33:32:D1:42:00
 9  R  OFFICE                           vlan             1500                  0C:33:32:D1:42:00
[admin@R-CORE] >

Langkah kedua, jika sudah membuat interface vlan baru lalu selanjutnya setting ip address yang sudah ditentukan dan untuk perintahkan sebagai berikut :


[admin@R-CORE] > ip add add address=192.168.10.1/24 interface=OFFICE disabled=no
[admin@R-CORE] > ip add add address=192.168.20.1/24 interface=HRD disabled=no
[admin@R-CORE] > ip add pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 #   ADDRESS            NETWORK         INTERFACE
 0   192.168.10.1/24    192.168.10.0    OFFICE
 1   192.168.20.1/24    192.168.20.0    HRD
[admin@R-CORE] >

Langkah ketiga, disini kita menggunakkan layanan dhcp-server supaya kita mudah dan simple dalam memberikan ip secara otomatis kepada client. Untuk langkah konfigurasinya sebagai berikut :


[admin@R-CORE] > ip dhcp-server setup
Select interface to run DHCP server on
dhcp server interface: OFFICE
Select network for DHCP addresses
dhcp address space: 192.168.10.0/24
Select gateway for given network
gateway for dhcp network: 192.168.10.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server
addresses to give out: 192.168.10.2-192.168.10.10
Select DNS servers
dns servers:
Select lease time
lease time: 10m

Nah untuk konfigurasi diatas kita lagi setting untuk HRD dan mengenai OFFICE lakukan konfigurasi yang sama ya....

Langkah keempat, setelah kita sudah selesai mengkonfigurasi sisi router selanjutnya konfigurasi sisi switch cisco layer 2. Jika sudah diremote lakukan konfigurasi vlan cisco untuk materi ini sudah ada di artikel saya sebelumnya dengan judul " Tutorial Mudah Setting Vlan di Cisco " bisa diklik judul tersebut. Nah setelah itu teman-teman lakukan setting port mana yang kita alokasikan dengan vlan id yang sudah kita buat tadi dengan command sebagai berikut :


SW-CISCO(config)#int range e0/1-2
SW-CISCO(config-if-range)#sw mo acc
SW-CISCO(config-if-range)#sw acc vl 10
SW-CISCO(config-if-range)#
SW-CISCO(config)#int range e1/0,e1/1
SW-CISCO(config-if-range)#sw mo acc
SW-CISCO(config-if-range)#sw acc vl 20
SW-CISCO(config-if-range)#

Langkah kelima, Selanjutnya konfigurasi juga vlan trunking supaya vlan id yang berada di switch cisco dapat berkomunikasi dengan vlan id yang sudah kita buat tadi di router mikrotik, oleh karena itu lakukan perintah sebagai berikut :


SW-CISCO(config)#int e0/0
SW-CISCO(config-if)#sw mo tr
Command rejected: An interface whose trunk encapsulation is "Auto" can not be configured to "trunk" mode.
SW-CISCO(config-if)#switch trunk encapsulation dot1q
SW-CISCO(config-if)#switch mode trunk

Trunk berfungsi untuk melewatkan trafik dari banyak VLAN. Trunk biasanya dikonfigurasikan pada interface yang mengubungkan switch dengan switch atau switch dengan router.

Langkah keenam, Jangan lupa tampilkan konfigurasi vlan id dan trunking di switch cisco layer 2 yang sudah kita konfigurasi sebelumnya :


SW-CISCO#show vl br
VLAN Name                             Status    Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1    default                          active    Et0/0, Et0/3, Et1/2, Et1/3
                                                Et2/0, Et2/1, Et2/2, Et2/3
                                                Et3/0, Et3/1, Et3/2, Et3/3
10   OFFICE                           active    Et0/1, Et0/2
20   HRD                              active    Et1/0, Et1/1
1002 fddi-default                     act/unsup
1003 token-ring-default               act/unsup
1004 fddinet-default                  act/unsup
1005 trnet-default                    act/unsup
SW-CISCO#
SW-CISCO#show int trunk
Port        Mode             Encapsulation  Status        Native vlan
Et0/0       on               802.1q         trunking      1
Port        Vlans allowed on trunk
Et0/0       1-4094
Port        Vlans allowed and active in management domain
Et0/0       1,10,20
Port        Vlans in spanning tree forwarding state and not pruned
Et0/0       1,10,20
SW-CISCO#

Langkah ketujuh, setting ip dhcp-client disisi client yang menggunakkan vlan id 10 dan vlan id 20, kemudian lakukan ping dari salah satu vlan id ke vlan id laiinya apakah berhasil atau tidak :


PC-4> ip dhcp
DORA IP 192.168.20.20/24 GW 192.168.20.1
PC-4> ping 192.168.20.1
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=1 ttl=64 time=1.827 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=2 ttl=64 time=2.087 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=3 ttl=64 time=2.039 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=4 ttl=64 time=1.930 ms
84 bytes from 192.168.20.1 icmp_seq=5 ttl=64 time=1.978 ms
PC-4> ping 192.168.10.10
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=1 ttl=63 time=4.023 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=2 ttl=63 time=3.196 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=3 ttl=63 time=2.264 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=4 ttl=63 time=2.071 ms
84 bytes from 192.168.10.10 icmp_seq=5 ttl=63 time=4.422 ms

Catatan : "Jika masih terkendala bisa koment dikolom bawah ini ya...."

#Mikrotik #Cisco #VLAN #DHCP

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Wednesday, October 30, 2019

Cara setting DHCP Relay di Mikrotik dengan Mudah

Cara setting DHCP Relay di Mikrotik dengan Mudah

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara setting DHCP Relay di Mikrotik dengan Mudah - DHCP Relay adalah  sebuah proxy yang meneruskan paket DHCP antara client dengan server saat client dan server tidak berada pada satu subnet. Penerusan IP oleh DHCP Relay agent terpisah dari forwarding normal sebuah router IP, dimana datagram jaringan dipecah antara network secara sedikit transparan. Dengan ini kita dapat membuat DHCP Server kita secara terpusat dan mudah untuk memanagementnya.

Nah mungkin kita sebagai network enginner dimudahkan untuk settingan tersebut, dan berikut langkah-langkah konfigurasi.

Langkah pertama, buatlah topologi jaringan dengan membutuhkan 2 perangkat router dan 1 laptop untuk sisi client. Dan lakukan subnetting untuk PTP dari DHCP-Server ke DHCP-Relay ip nya : 10.10.16.0/30 sedangkan untuk ip dari router DHCP-Relay ke Klient : 192.168.16.0/24


Langkah kedua, lakukan setting ip PTP dari server ke relay dengan ip sisi server : 10.10.16.1/30,
berikut perintahnya :

[admin@DHCP-SERVER] > ip add add add=10.10.16.1/30 interface=ether1 comment=B2B-RELAY


Langkah ketiga, selanjutnya lakukan setting dhcp-server untuk ip network 192.168.16.0/24, untuk perintahnya sebagai berikut :
[admin@DHCP-SERVER] > ip dhcp-server add interface=ether1 address-pool=DHCP-RELAY lease-time=10m disabled=no name=DHCP-RELAY relay=192.168.16.1
[admin@DHCP-SERVER] > ip dhcp-server network add address=192.168.16.0/24 gateway=192.168.16.1 netmask=255.255.255.0


Langkah keempat, jangan lupa setting ip address sisi router dhcp-relay dengan ip sesuai yang sudah ditentukan tadi.

[admin@DHCP-RELAY] > ip add add add=10.10.16.2/30 interface=ether1 comment=B2B-SERVER

[admin@DHCP-RELAY] > ip add add add=192.168.16.1/24 interface=ether2 comment=TO-LAN


Langkah kelima, setting relay atau meneruskan ip dhcp dari server ke klient melalui dhcp-relay, untuk perintah sebagai berikut :


[admin@DHCP-RELAY] > ip dhcp-relay add dhcp-server=10.10.16.1 interface=ether2 local-address=192.168.16.1 disabled=no name=TO-LAN


Langkah keenam, uji coba sisi client dapat ping ke gateway router dhcp relay dengan mendapatkan ip otomatis dari router dhcp-server.


Catatan : "Terbunuh di jalan Allah menghapuskan (dosa) seluruhnya, kecuali hutang " HR. Muslim no. 1886

#MTCNA #DHCP #RELAY

sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Sunday, October 13, 2019

Cara Hard Reset Switch Cisco 2960-C Series LL

Cara Hard Reset Switch Cisco 2960-C Series LL

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Hard Reset Switch Cisco 2960-C Series LL - Cisco adalah peralatan utama yang banyak digunakan pada Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN). Dengan cisco router, informasi dapat diteruskan ke alamat-alamat yang berjauhan dan berada di jaringan computer yang berlainan. Banyak sekali produk cisco yang memiliki kehandalan masing-masing, dengan begitu harga juga bervariasi. Disini saya bahas produk switch cisco yang mampu dapat menghubungkan 8 port Fast Ethernet, 2 Port Gigabit Ethernet dan 2 port SFP 1G. Mungkin jika anda sudah lupa dengan password perangkat switch cisco kita bisa melakukan hard reset.

Hal yang diperlukan sebelumnya sediakkan kabel console DB9 to RJ45 dan USB to RS232. Kemudian tancapkan usb tersebut ke port usb laptop atau pc anda. Nah selanjutnya masuk ke menu device manager pastikan muncul port COM misal "COM1 dll". Setelah itu buka aplikasi putty untuk remote switch cisco anda by console. 

Langkah pertama, tancapkan power perangkat switch kemudian tekan tombol "mode button" kemudian remote dengan aplikasi putty. Nah nanti akan muncul gambar seperti dibawah ini :


Langkah kedua, lakukan delete config dan vlan database yang diconfig sebelumnya dengan command seperti dibawah ini :


Langkah ketiga, setelah itu lakukan booting ulang dengan command :

switch: boot


Langkah keempat, Nah jika sudah selesai switch cisco 2960-C series LL siap diconfig ulang.


Catatan : "Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya" HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573

#CCNA #Cisco #Switch

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Friday, October 4, 2019

Cara remote dan review Ufiber OLT 8 lengkap

Cara remote dan review Ufiber OLT 8 lengkap


Assalamu'alaikum wr.wb

Review Ufiber OLT 8 dan Cara remotenya lengkap via UNMS Discovery. UFiber OLT menawarkan delapan port GPON dan mendukung hingga 1024 klien bersamaan dengan tautan fisik hingga 20 km. Dua port SFP + menyediakan konektivitas uplink 10G. UF-OLT menyediakan opsi daya fleksibel, dengan dua rongga adaptor daya modular yang dapat menampung modul daya AC / DC atau DC / DC. Satu modul AC / DC disertakan; modul tambahan dapat dibeli secara terpisah.

Fitur
  • Port: (8) GPON SFP Ports, (2) SFP + Ports 
  • Concurrent Client: 1024 ONUs 
  • GPON Kisaran: Hingga 20 km Tautan 
  • GPON Kecepatan: 2,488 Gbps Upstream (TX), 1,244 Gbps Downstream (RX) Panjang Gelombang: 1490 nm Upstream (RX) TX), Downstream (RX) Maks. 1310 nm. 
  • Konsumsi Daya: Metode Daya 40W: 
  • Pemasangan Modul 54VDC PSU: 1U Rack-Mountable (Opsional)
Berikut ini langakah bagaimana untuk meremote perangkat tersebut.

Langkah pertama, pastikan kita setting ip satu network dengan Ufiber OLT default ipnya : 192.168.1.1/24, lalu disini saya setting laptopku : 192.168.1.2/24 dan jangan lupa coba ping ke alamat ip 192.168.1.1 replay atau tidak.

Setting IP LAN laptop :


Ping ke alamat 192.168.1.1 :


Langkah kedua, install ubiquity device discovery tool lalu jalankan akan muncul halaman baru.
nah dibawah ini akan muncul device Ufiber OLT 8 Pon yang kita remote.


kemudian klik alamat ip tersebut akan dialihkan ke web browser default laptop anda. Disini kita akan diarah ke ip tersebut dan muncul halaman login username dan password device tersebut.
Untuk username : "ubnt" dan password : "ubnt" lalu jangan lupa dicheck centang pada kotak kecil. 


Langkah ketiga, berikut akan ditampilan dashboard administrator untuk remote Ufiber OLT tersebut.


Langkah keempat, dan untuk tampilan system seperti berikut ini.


Catatan : "Allah jadikan nikmat surga sebagai ganti kenikmatan yang tak didapat seorang mukmin di dunia dan balasan atas ketaatannya" Dr. Abdullah At Tuwaijiri.

#Ubiquity #Ufiber OLT #Networking

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Wednesday, September 25, 2019

Cara Cepat Setting Tool Monitoring & Graphing di Mikrotik Lengkap

Cara Cepat Setting Tool Monitoring & Graphing di Mikrotik Lengkap

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Setting Tool Monitoring & Graphing di MikrotikTool Monitoring & Graphing di Mikrotik. Router yang sudah selesai kita setting dan sudah berjalan, bukan berarti akan kita tinggalkan begitu saja. terlebih router tersebut merupakan router backbone. Untuk melakukan pencatatan dalam format graph di MikroTik, admin jaringan bisa menggunakan fitur "Graphing". Banyak sekali kita diperuntungkan dengan config tool ini karena kita ndak harus mempunyai server tersendiri buat grap atau monitoring traffik jaringan yang sedang berjalan. Yang kedua tool ini sudah terinstall di router os mikrotik dan tinggal kita enable atau mengaktifkannya. Mungkin itu saja yang dapat sampaikan lanjut ke tutorial settingnya ya....

Langkah pertama, masuk menu "tools" kemudian pilih "Graphing" jika sudah create interfaces yang mau digrap atau dimonitoring trafficnya yang sedang berjalan. Cukup klik tanda tambah (+) selanjutnya dimenu interface pilih port ethernet yang mau dimonitoring.

Menu Tools : 

Menu Graphing :


Langkah kedua, bukak web browser anda ketikkan dengan alamat : http://ip_address/graphs/ misal : http://192.168.18.254/graphs/ kemudian akan muncul interface yang kita grap atau monitoring itu yang mana saja. Disini saya contohkan yang port Ethernet5 (eth5).


Langkah ketiga, jika kita mau melihat detail grapnya cukup klik atau arahkan kursor anda pada interface yang sudah kita create traffic monitornya. Dan tools ini dapat ditulis datanya paling kecil 5 menit untuk dapat membaca traffic internet yang sedang berjalan.


Catatan : "Dan ingatlah Rabb-mu jika kamu lupa" QS. Al-Kahfi: 24

#Mikrotik #MTCNA #Monitoring

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Sunday, September 15, 2019

Cara konfigurasi DHCP Static di CHR Lengkap

Cara konfigurasi DHCP Static di CHR Lengkap

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara konfigurasi DHCP Static di CHR Lengkap - DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Nah disini kita kita bahas yang static artinya kita dapat mensetting ip mana yang buat peralatan yang membutuhkan ip dengan mensetting sesuai keinginan kita. Awal mulainya kita perlu namanya DHCP Server yang penyedia alamat ip secara otomatis kepada client ya. Mungkin sedikit penjelasan mengenai hal tersebut langsung saja ketutorial konfigurasinya.....

Langkah pertama, setting ip address diinterface yang mengarah keclient kita seperti contoh :
Ethernet 1 : "192.168.14.1/24" jangan lupa selalu diberikan comment atau description untuk menandai bahwa interface ini mengarah ke access point misal. Nah yang suka setting by CLI :

ip address add address=192.168.14.1/24 interface=ether1 comment=AP


Langkah kedua, nah setelah itu setting DHCP Server di CHR mikrotik untuk tutorial ini bisa dibaca artikel sebelumnya ya...


Langkah ketiga, kemudian masuk di menu DHCP leases yang fungsi dapat melihat siapa saja yang sudah mendapatkan alamat ip dhcp server yang sudah kita buat tadi. lalu select salah satu client dan klik kanan pilih "make static". 


Langkah keempat, jika sudah akan muncul window baru kemudian edit pada menu address sesuai keinginan kita namun jangan lupa perhatian subnet yang kita buat..


Langkah kelima, awalnya client mendapatkan alamat ip otomatis berdasarkan dari yang terbesar misal "192.168.14.254/24" kemudian setelah kita ganti menjadi "192.168.14.2/24".


Catatan : "Tahun-tahun itu seperti pohon, bulan-bulan itu seperti cabang pohon, hari-hari seperti rantingnya, jam demi jam seperti dedaunan, dan nafas kita adalah buahnya. Siapa yang setiap desahan nafasnya diisi dengan ketaatan kepada Allah, maka buah pohon itu adalah buah yang baik." Ibnul Qoyiim Dr Daghsy bin Syabib al ‘Ajmi Imam.

#MTCNA #DHCP #CHR #Networking

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb