Saturday, September 7, 2019

Cara Mudah Install dan Konfigurasi Mail Server di Debian 10

Cara Mudah Install dan Konfigurasi Mail Server di Debian 10

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Install dan Konfigurasi Mail Server di Debian 10 - Mail server adalah program daemon yang bekerja menampung dan mendistribusikan email dalam suatu jaringan. Protokol yang umum digunakan antara lain protokol SMTP, POP3 dan IMAP. Disamping itu juga, mail server akan kelihatan lebih profesional karena menggunakan domain email sendiri. Mail server itu sendiri ada yang juga berbayar dan juga ada yang free. Disini saya mencontohkan yang free atau open source semua orang dapat mencoba dan hasilnya juga tidak kalah bagus dengan yang berbayar. Nama paket yang digunakkan adalah postfix dan courier di sistem operasi Debian. Nah mungkin itu saja sedikit penjelasannya kita langsung masuk ke tutoria instalasi dan konfigurasinya.

Langkah pertama, lakukan proses install postfix dan courier dengan command sebagai berikut :

root@zonemint:~#apt-get install postfix courier-imap courier-pop

kemudian tekan tombol "enter" untuk dapat kita eksekusi perintah tersebut dan jangan lupa juga kita tekan tombol "Y" atau artinya ok untuk dapat diinstall server debian anda.


Langkah kedua, setelah proses install berlangsung nanti kita akan muncul pop-up window baru yang artinya kita setting postix dengan general type of mail configuration kita apa.
Nah disini pilihlah yang "internet site" lalu tekan tombol "enter" ya.


Langkah ketiga, selanjutnya pada setting "system mail name" isikan nama domain buat mail server anda supaya dapat diingat lebih mudah.


Langkah keempat, kita buat sebuah directory web-based administration postfix pilih saja "yes" kemudian jangan lupa tekan "enter" untuk melanjutkan settingan berikutnya.


Langkah lima, Nah jika sudah namun masih muncul error jalankan perintah sebagai berikut :

root@zonemint:~#apt --fix-broken install

dimana fungsi perintah tersebut untuk melakukan eksekusi proses instalasi yang belum clear atau selesai.


Langkah keenam, nah jika sudah buatlah directory untuk menyimpan semua pesan atau file mail server anda dengan command :

root@zonemint:~#maildirmake /etc/skel/Maildir

selalu perhatikan besar dan kecil huruf karena mempengaruhi atau sensitif kalau program linux dieksekusi.


Langkah ketujuh, selanjutnya lakukan setting configurasi default postfix dengan perintah sebagai berikut :

root@zonemint:~#nano /etc/postfix/main.cf

nah jika sudah kebukak filenya lakukan penambahan script paling bawah seperti berikut :

home_mailbox = Maildir/

nah jika sudah simpan file tersebut dengan menekan tombol "ctrl+x" lalu tekan "y" dan jangan lupa tekan tombol "enter".


Langkah kedelapan, lakukan reconfig settingan postfix dengan command :

root@zonemint:~#dpkg-reconfigure postfix

lalu nanti akan muncul pop-up window postfix-configuration kemudian pada "general type of mail configuration" pilihlah yang "internet site" dan tekan "enter" ya.


Langkah kesembilan, selanjutnya pada langkah ini kita diminta jika kita mempunyai alias user yang dapat mengakses mail server bisa diisikan pada kolom "root and postmaster mail recipient" jika sudah diisi lakukan tekan tombol "enter".


Langkah kesepuluh, Nah setelah setting root and postmaster kita setting domain mana yang disetujui untuk dapat sinkronisasi pada server mail kita. Disini saya mengisikan alamat mail server saya sendiri tidak dapat email dari luar masuk.


Langkah kesebelas, Nah dilangkah kesebelas ini kita diminta untuk memilih apakah server mail kita dipaksa untuk pembaruan antrian mail??? Kalau saran saya dipilih "yes" aja.


Langkah keduabelas, local networks setting ini apakah mail server kita dapat diakses untuk local atau dapat diakses semua alamat ip network versi 4 saya sarankan isikan ip "0.0.0.0/0".


Langkah ketigabelas, kita apakah mau melimit mail server kita pada saat pengiriman data.
Kalau saran saya diisikan "0" kemudian tekan tombol "enter".


Langkah keempatbelas, lakukan restart dan check status service mail server kita apakah sudah berhasil atau belum, cara merestart dan mengechecknya cukup ketikkan perintah sebagai berikut ini :

root@zonemint:~#/etc/init.d/postfix restart
root@zonemint:~#/etc/init.d/postfix status


Pastikan hasilnya seperti digambar diatas jika masih terjadi error ulangi langakah yang kedelapan ya.

Langkah kelimabelas, buatlah user baru baik minimal 2 supaya kita bisa dapat mengirimkan email dan membalasnya.


Langkah keenambelas, Jika sudah dibuat kedua user tersebut kita lakukan pengecekan dengan mengirimkan email seperti berikut ini.

Proses mengirimkan email ke user penerima :


Email terkirim dan dibaca oleh user penerima :


Nah mungkin tutorial ini cukup panjang ya namun jangan pernah putus asa dalam belajar dikarenkan akan membuatmu menjadi lebih malas.

Catatan : "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Teladanilah 2 orang sesudahku, yaitu Abu Bakar & Umar" HR Tirmidzi disahihkan Al Albani

#Debian #Mail #Sysadmin #Buster


Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Tuesday, August 27, 2019

Install dan Konfigurasi FTP Server Debian 10 Lengkap

Install dan Konfigurasi FTP Server Debian 10 Lengkap

Assalamu'alaikum wr.wb

Tutorial Install dan Konfigurasi FTP Server Debian 10 Lengkap - FTP server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client. Protokol ini juga sangat penting didalam server anda apabila kita mau upload file bisa menggunakkan service ini. Dan banyak lagi manfaat dari protokol ftp ini, dan di debian menyediakan 2 paket yang dapat menjadi FTP server yaitu proftpd dan vstpd. kedua paket tersebut memiliki keistimewaan masing-masing dan disini saya mencontohkan yang proftpd. Oke mungkin itu saja sedikit penjelasan mengenai FTP Server itu apa dan lanjut ke prosess install dan konfigurasinya.

Langkah pertama, buka server anda lalu jalankan perintah install paket proftpd dengan command sebagai berikut :

root@zonemint:~#apt-get install proftpd


Langkah kedua, lalu cari barisan "UseIpv6" dan "ServerName".

UseIpv6   off
ServerName  "ftp.zonemint.local"

Guna jika ipv6 apabila server anda belum menggunakkan ipv6 bisa di "off" jika sudah bisa diketikkan script "on".


Langkah ketiga, bisa juga kita melakukan metode keamanan FTP Server kita supaya tidak disalah gunakkan oleh orang lain dengan mengganti port default FTP "21" diganti yang laiin seperti dibawah ini "2121".


Langkah keempat, kemudian jangan lupa kita restart service proftpd dan check status apakah sudah running apa belum ketikkan perintah sebagai berikut :

root@zonemint:~#/etc/init.d/proftpd restart
root@zonemint:~#/etc/init.d/proftpd status


Langkah kelima, Ujicoba via web browser "google chrome" dan ketikkan nama domain atau ip address beserta port jika sudah diganti.


Nah siap digunakkan server anda untuk file transfer protokol digunakkan siapa saja yang mempunyai akses kedalamnya. Mungkin jika merasa artikel ini bagus bisa dishare ke media sosial anda ya gan.

Catatan : "Terbunuh di jalan Allah menghapuskan (dosa) seluruhnya, kecuali hutang" HR. Muslim no. 1886

#Debian #Sysadmin #FTP #Buster

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Cara Install DNS Server di Debian 10

Cara Install dan Konfigurasi DNS Server di Debian 10

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Install dan Konfigurasi DNS Server di Debian 10 - Mungkin teman-teman sering kali menemui nama suatu website dengan nama yang unik dan menarik. Nah nama-nama suatu website tersebut dinamakan DNS (Domain Name Server) adalah server yang digunakan untuk mengetahui IP Address suatu host lewat host name-nya. Dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya. Dengan ini kita mudah dalam mengingat suatu alamat server suatu server. Banyak sekali server di internet yang menggunakkan DNS ini mempermudah untuk mengingat akses ke server atau akses layanan suatu server tersebut. Disini saya akan memberikan tutorial setting DNS server di debian 10. Nah mungkin itu saja sih penjelasan sedikit untuk menguatkan fungsi suatu service DNS tersebut. Langsung saja ke tutorial instalasinya ya!!!

Langkah pertama, paket yang digunakan untuk DNS Server di Debian 10 yaitu bind9. sebelumnya install terlebih dahulu paket tersebut, dengan cara ketikkan command sebagai berikut :

root@zonemint:~#apt-get install bind9


Langkah kedua, Jika masih ada notifikasi paket not installed seperti gambar berikut :


Nah jika muncul seperti itu kita lakukan install ulang dengan command seperti berikut :

root@zonemint:~#apt --fix-broken-install 

Kemudian akan menjalankan proses fix installed bind9 tersebut.


Langkah ketiga, kita masuk kedalam folder konfigurasi bind9 dengan command :

root@zonemint:~#cd /etc/bind/

lalu lakukan backup file default bind dimana kita mengcopy file reverse dan forward yang kedua file tersebut berfungsi mentranslasikan dari ip ke nama domain dan sebaliknya.

root@zonemint:~#cp db.local zonemint.local (Domain ke ip)
root@zonemint:~#cp db.127 192 (Ip ke domain)


Langkah kelima, selanjutnya edit file copy db.local dan db.127 tadi dan sesuaikan nama berserta ip server debian 10 anda.

zonemint.local config


192 config


Langkah keenam, terakhir kita konfigurasi default bind9 dimana fungsi konfig dibawah ini untuk supaya akses dari luar dapat ditranslasikan ip ke domain.


Berikut script yang perlu ditambahkan ya :

zone "zonemint.local" {
            type master;
            file "/etc/bind/zonemint.local";
};
zone "14.168.192.in-addr.arpa" {
            type master;
            file "/etc/bind/192";
};

Langkah ketujuh, lakukan restar service dns dan check juga statusnya dengan command dibawah ini :

root@zonemint:~#/etc/init.d/bind restart
root@zonemint:~#/etc/init.d/bind status

Pastikan ada muncul notifikasi "ok" dan artinya berhasil kita install dan konfigurasi DNS Server di Debian 10.

Langkah kedelapan, Uji coba resolve apa tidak di server sendiri dan client windows.


Nah sepertinya gambar diatas kita berhasil setting service dns tersebut. 
command untuk uji cobanya berikut ini :

nslookup zonemint.local
nslookup 192.168.14.1

sesuaikan nama domain dan ip server debian 10 anda.

Alhamdulillah akhirnya selesai juga dan berhasil juga, Jangan lupa subscribe blog ini supaya tidak ketinggalan update artikel yang baru.

Catatan : "Jika kamu berada di waktu sore, janganlah tunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu sore hari. Pergunakanlah sehatmu sebelum datang sakitmu, dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu".

#Debian #DNS #Sysadmin #Buster

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Saturday, August 24, 2019

Tutorial Install dan Konfigurasi DHCP Server di Debian 10

Tutorial Install dan Konfigurasi DHCP Server di Debian 10

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Install dan Konfigurasi DHCP Server di Debian 10 (Buster)Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual.
Kebanyakan orang juga males untuk mengkonfigurasi ip address dikomputernya secara manual. Untuk itu dibuatlah protokol DHCP yang dapat mempermudah pembagian alamat ip secara otomatis. Dengan ini dapat membantu kita tidak pusing untuk setting manual, namun kadang kalannya kalau mudah itu juga terdapat resikonya rentan terhadap orang yang mempergunakan tidak baik. Jadi kalau dari segi orang awam kebanyakan tidak mau dipersulitkan untuk setting kayak gini tetapi secara IT itu kadang harus diperhatikan dalam pemberian alamat ip kepada penggunanya. Nah di debian 10 server ini menyediakan service DHCP Server dengan nama paket "isc-dhcp-server". Begitu pula untuk settingnya tidak begitu sulit dan juga cepat konfigurasi. Mungkin itu saja sedikit penjelasannya langsung ke langkah-langkah install dan konfigurasinya :

Disini saya menggunakkan topologi seperti dibawah ini :


Topologi diatas router sebagai swith dan tidak ada filter dirouter kita fokus konfigurasi di Server Debian 10 nya.

Langkah pertama, install paket aplikasi yang digunakan untuk service dhcp server yaitu kita mengetikkan perintah " apt-get install isc-dhcp-server " lalu tekan "Y" untuk mensetujui atau mengijinkan kita menginstall paket tersebut.

root@zonemint:~#apt-get install isc-dhcp-server


Langkah kedua, Nah jika muncul notifikasi merah "error" seperti gambar dibawah ini jangan panik dulu ini hanya belum dikonfigurasi service dhcp-servernya.


Langkah ketiga, lakukan setting service dhcp server di debian 10 dengan command :

root@zonemint:~#nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

kemudian tekan "enter" dan cari barisan "A slightly different configuration for ..." lalu hapus tanda pager dibarisan bawahnya ya sampai tanda kurung kurawal {} seperti gambar berikut :


#Subnet merupakan alamat net ID jaringan kita (LAN) serta netmask sesuai dengan interface yang kita gunakan (enp0s3). Bisa buka artikel sebelum ini cara konfigurasi ip static di debian 10.
#Range merupakan alamat IP yang akan diberikan ke client, perhatikan juga titik koma (;).
#Domain-name-servers merupakan alamat DNS server yang akan dipakai oleh client, jika alamat DNS lebih dari satu bisa kita tambahkan (,).
#Domain-name merupakan domain jaringan LAN atau biasa disebut DNS server anda.
#Routers merupakan IP gateway untuk client : IP gateway secara default adalah IP router (enp0s3). #Broadcast-address merupakan alamat broadcast dari network kita.
#Jangan lupa hilangkan tanda pager supaya script bisa di eksekusi.

Langkah keempat, setting juga default interface yang digunakkan untuk berbagi dhcp kepada client atau pengguna di server debian 10 dengan ketikkan perintah :

root@zonemint:~#nano /etc/default/isc-dhcp-server

lalu hilangkan tanda pager pada barisan 4 dan 17 kemudian isikan nama interface pada baris 17 sesuai interface yang kita gunakkan ya.


Langkah kelima, setelah kita selesai konfigurasi diatas lakukan restart service dhcp server kita supaya jalan dengan semestinya dan ketikkan perintah seperti berikut :

root@zonemint:~#/etc/init.d/isc-dhcp-server restart
root@zonemint:~#/etc/init.d/isc-dhcp-server status


Langkah keenam, ujicoba pada client windows dan linux apakah dapat ip dhcp dari server debian 10 kita ??? perhatikan gambar dibawah ini :

Client windows


Client linux mint 19


Nah kita sudah berhasil dan sukses install dan konfigurasi dhcp server di debian 10 (buster).

Catatan : "Kalau Anda menginkan barokah pada waktu dan pekerjaan Anda, luangkan waktu bersama al-Quran di sela-sela kesibukan" Dr. Hasan al Husaini.

#Debian #Sysadmin #DHCP #Server

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Friday, August 23, 2019

Cara mudah mengubah Banner SSH di Debian 10

Cara mudah mengubah Banner SSH di Debian 10

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara mudah dan cepat mengubah Banner SSH di Debian 10 (Buster) - Disini saya tidak akan menjelaskan apa itu SSH karena sebelum ini sudah aku buatkan artikel mengenai cara install dan konfigurasi SSH di Debian 10 bisa dibaca terlebih dahulu sebelum lanjut kesini. Custom banner SSH ini hanya dapat menarik bagi kita bahwa ini server kita atau identitas server kita. Mungkin itu saja sekilas penjelasan singkat dan bermakna. Nah langsung saja ikuti langkah-langkahnya cara mengubah Banner SSH di Debian 10 :

Langkah pertama, create file baru dengan nama terserah anda disini saya memakai nama "banner.txt" yang penting file tersebut berextensi ".txt" ya. Jangan lupa dicreate didalam folder "/etc/ssh/banner.txt" dengan text editor kesukaan anda. Disini saya memakai text editor "nano" kemudian ketikkan perintah seperti berikut :

root@zonemint:~#nano /etc/ssh/banner.txt

Lalu isikan pesan yang akan muncul pada saat remote ssh tersebut.


Langkah kedua, edit juga config default ssh dimana kita akan mengarahkan file banner yang udah kita agar dapat muncul pada saat kita remote ssh di server debian 10 kita.

root@zonemint:~#nano /etc/ssh/sshd_config

kemudian cari nama "#Banner none" jika sudah ketemu tambahkan script seperti gambar berikut :


Langkah ketiga, setelah itu jangan lupa disimpan konfigurasi tersebut lalu restart service ssh debian 10 dengan command seperti berikut :

root@zonemint:~#/etc/init.d/ssh restart
root@zonemint:~#/etc/init.d/ssh status


Langkah keempat, atau terakhir kita coba remote server debian 10 kita melalui service protokol SSH dan hasilnya seperti berikut ini :


Semoga dapat bermanfaat tutorial cara custom atau mengubah banner SSH di debian 10.

Catatan : "Waktu yang digunakan untuk menunggu atau antri, akan sia-sia jika tidak diisi dengan hal-hal yang bermanfaat" Dr. Khalid Al Mushlih

#Debian #SSH #Sysamin #Buster

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Friday, July 19, 2019

Cara Install dan Konfigurasi SSH Server Debian 10 (Buster)

keyword

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Mudah Install dan Konfigurasi SSH Server Debian 10 - SSH adalah akronim dari Secure Shell yang merupakan sebuah protokol jaringan yang memanfaatkan kriptografi untuk melakukan komunikasi data pada perangkat jaringan agar lebih aman. Dalam konsepnya penggunaan SSH ini harus didukung oleh server maupun perangkat atau komputer klien yang melakukan pertukaran data.
Dengan service tersebut kita dapat remote server kita dengan jarak jauh dengan keamanan yang lebih aman dibandingkan telnet. Konsep SSH tersebut ada 2 sisi server dan client, dimana server menginstall sebuah service ssh supaya nanti dapat diremote client melalui aplikasi pihak ketiga seperti putty. Di debian 10 paket untuk menginstall service SSH yaitu Openssh-server dimana dapat dinstall secara offline dengan DVD atau online dengan koneksi internet. Mungkin itu saja sedikit penjelasannya langsung ke langkah install dan konfigurasinya :

Langkah pertama, install paket openssh-server di debian 10 jangan lupa sebelum ini anda sudah mengadd dvd supaya kita install secara offline dengan command :

root@zonemint:~#apt-get install openssh-server

sebelumnya tekan "y" lalu tekan "enter" untuk mengeksekusinya.


Langkah kedua, secara default supaya kita aman dalam remote server kita jarak jauh, biasanya hanyalah mengganti port ssh yaitu 22 menjadi misal 4696 dll. Dan pada permitelogin root itu anda harus bisa buat apa anda remote server kalau hanya buat monitoring tidak perlu user superuser, namun jika anda mengkonfigurasi laiinya anda harus mengijinkan permitelogin root tersebut. Nah dimana file tersebut ialah "/etc/ssh/sshd_config" cukup anda ketikkan perintah :

root@zonemint:~#nano /etc/ssh/sshd_config


Sebelumnya pada baris tulisan "port 22" tersebut ada tanda pagar, Nah itu kamu hilangkan supaya service SSH berjalan dengan semestinya.

Langkah ketiga, restart dan check status apakah service SSH sudah berjalan dengan baik. Untuk merestart dan mengecheck ketikkan perintah berikut :

root@zonemint:~#/etc/init.d/ssh restart
root@zonemint:~#/etc/init.d/ssh status

Nah dengan begitu kita bisa melihat service SSH kita berjalan dengan baik disisi server.


Langkah keempat, kita remote SSH server disisi client cukup install aplikasi putty dan lakukan remote dengan mengisikan ip address server dan port ssh yang telah disetup tadi.


Langkah kelima, pada saat muncul notifikasi security alert tersebut bahwa remote ssh ke server terdapat authentikasi untuk itu pilih "yes".


Langkah keenam, Alhamdulillah akhirnya kita bisa remote server kita jarak jauh dengan protokol SSH begitu security yang dibilang bagus dibandingkan telnet.


Catatan : "Sebelum maju untuk satu urusan penting, berdiskusilah dengan yang berpengalaman. Karena kalau tidak, anda kan menyesal dan merugi lebih banyak" Dr. Mohammed Abdul-Aziz al-Musnad

#Debian #Sysadmin #SSH


Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb