Tuesday, August 27, 2019

Cara Install DNS Server di Debian 10

Cara Install dan Konfigurasi DNS Server di Debian 10

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Install dan Konfigurasi DNS Server di Debian 10 - Mungkin teman-teman sering kali menemui nama suatu website dengan nama yang unik dan menarik. Nah nama-nama suatu website tersebut dinamakan DNS (Domain Name Server) adalah server yang digunakan untuk mengetahui IP Address suatu host lewat host name-nya. Dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya. Dengan ini kita mudah dalam mengingat suatu alamat server suatu server. Banyak sekali server di internet yang menggunakkan DNS ini mempermudah untuk mengingat akses ke server atau akses layanan suatu server tersebut. Disini saya akan memberikan tutorial setting DNS server di debian 10. Nah mungkin itu saja sih penjelasan sedikit untuk menguatkan fungsi suatu service DNS tersebut. Langsung saja ke tutorial instalasinya ya!!!

Langkah pertama, paket yang digunakan untuk DNS Server di Debian 10 yaitu bind9. sebelumnya install terlebih dahulu paket tersebut, dengan cara ketikkan command sebagai berikut :

root@zonemint:~#apt-get install bind9


Langkah kedua, Jika masih ada notifikasi paket not installed seperti gambar berikut :


Nah jika muncul seperti itu kita lakukan install ulang dengan command seperti berikut :

root@zonemint:~#apt --fix-broken-install 

Kemudian akan menjalankan proses fix installed bind9 tersebut.


Langkah ketiga, kita masuk kedalam folder konfigurasi bind9 dengan command :

root@zonemint:~#cd /etc/bind/

lalu lakukan backup file default bind dimana kita mengcopy file reverse dan forward yang kedua file tersebut berfungsi mentranslasikan dari ip ke nama domain dan sebaliknya.

root@zonemint:~#cp db.local zonemint.local (Domain ke ip)
root@zonemint:~#cp db.127 192 (Ip ke domain)


Langkah kelima, selanjutnya edit file copy db.local dan db.127 tadi dan sesuaikan nama berserta ip server debian 10 anda.

zonemint.local config


192 config


Langkah keenam, terakhir kita konfigurasi default bind9 dimana fungsi konfig dibawah ini untuk supaya akses dari luar dapat ditranslasikan ip ke domain.


Berikut script yang perlu ditambahkan ya :

zone "zonemint.local" {
            type master;
            file "/etc/bind/zonemint.local";
};
zone "14.168.192.in-addr.arpa" {
            type master;
            file "/etc/bind/192";
};

Langkah ketujuh, lakukan restar service dns dan check juga statusnya dengan command dibawah ini :

root@zonemint:~#/etc/init.d/bind restart
root@zonemint:~#/etc/init.d/bind status

Pastikan ada muncul notifikasi "ok" dan artinya berhasil kita install dan konfigurasi DNS Server di Debian 10.

Langkah kedelapan, Uji coba resolve apa tidak di server sendiri dan client windows.


Nah sepertinya gambar diatas kita berhasil setting service dns tersebut. 
command untuk uji cobanya berikut ini :

nslookup zonemint.local
nslookup 192.168.14.1

sesuaikan nama domain dan ip server debian 10 anda.

Alhamdulillah akhirnya selesai juga dan berhasil juga, Jangan lupa subscribe blog ini supaya tidak ketinggalan update artikel yang baru.

Catatan : "Jika kamu berada di waktu sore, janganlah tunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu sore hari. Pergunakanlah sehatmu sebelum datang sakitmu, dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu".

#Debian #DNS #Sysadmin #Buster




Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Saturday, August 24, 2019

Tutorial Install dan Konfigurasi DHCP Server di Debian 10

Tutorial Install dan Konfigurasi DHCP Server di Debian 10

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Install dan Konfigurasi DHCP Server di Debian 10 (Buster)Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual.
Kebanyakan orang juga males untuk mengkonfigurasi ip address dikomputernya secara manual. Untuk itu dibuatlah protokol DHCP yang dapat mempermudah pembagian alamat ip secara otomatis. Dengan ini dapat membantu kita tidak pusing untuk setting manual, namun kadang kalannya kalau mudah itu juga terdapat resikonya rentan terhadap orang yang mempergunakan tidak baik. Jadi kalau dari segi orang awam kebanyakan tidak mau dipersulitkan untuk setting kayak gini tetapi secara IT itu kadang harus diperhatikan dalam pemberian alamat ip kepada penggunanya. Nah di debian 10 server ini menyediakan service DHCP Server dengan nama paket "isc-dhcp-server". Begitu pula untuk settingnya tidak begitu sulit dan juga cepat konfigurasi. Mungkin itu saja sedikit penjelasannya langsung ke langkah-langkah install dan konfigurasinya :

Disini saya menggunakkan topologi seperti dibawah ini :


Topologi diatas router sebagai swith dan tidak ada filter dirouter kita fokus konfigurasi di Server Debian 10 nya.

Langkah pertama, install paket aplikasi yang digunakan untuk service dhcp server yaitu kita mengetikkan perintah " apt-get install isc-dhcp-server " lalu tekan "Y" untuk mensetujui atau mengijinkan kita menginstall paket tersebut.

root@zonemint:~#apt-get install isc-dhcp-server


Langkah kedua, Nah jika muncul notifikasi merah "error" seperti gambar dibawah ini jangan panik dulu ini hanya belum dikonfigurasi service dhcp-servernya.


Langkah ketiga, lakukan setting service dhcp server di debian 10 dengan command :

root@zonemint:~#nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

kemudian tekan "enter" dan cari barisan "A slightly different configuration for ..." lalu hapus tanda pager dibarisan bawahnya ya sampai tanda kurung kurawal {} seperti gambar berikut :


#Subnet merupakan alamat net ID jaringan kita (LAN) serta netmask sesuai dengan interface yang kita gunakan (enp0s3). Bisa buka artikel sebelum ini cara konfigurasi ip static di debian 10.
#Range merupakan alamat IP yang akan diberikan ke client, perhatikan juga titik koma (;).
#Domain-name-servers merupakan alamat DNS server yang akan dipakai oleh client, jika alamat DNS lebih dari satu bisa kita tambahkan (,).
#Domain-name merupakan domain jaringan LAN atau biasa disebut DNS server anda.
#Routers merupakan IP gateway untuk client : IP gateway secara default adalah IP router (enp0s3). #Broadcast-address merupakan alamat broadcast dari network kita.
#Jangan lupa hilangkan tanda pager supaya script bisa di eksekusi.

Langkah keempat, setting juga default interface yang digunakkan untuk berbagi dhcp kepada client atau pengguna di server debian 10 dengan ketikkan perintah :

root@zonemint:~#nano /etc/default/isc-dhcp-server

lalu hilangkan tanda pager pada barisan 4 dan 17 kemudian isikan nama interface pada baris 17 sesuai interface yang kita gunakkan ya.


Langkah kelima, setelah kita selesai konfigurasi diatas lakukan restart service dhcp server kita supaya jalan dengan semestinya dan ketikkan perintah seperti berikut :

root@zonemint:~#/etc/init.d/isc-dhcp-server restart
root@zonemint:~#/etc/init.d/isc-dhcp-server status


Langkah keenam, ujicoba pada client windows dan linux apakah dapat ip dhcp dari server debian 10 kita ??? perhatikan gambar dibawah ini :

Client windows


Client linux mint 19


Nah kita sudah berhasil dan sukses install dan konfigurasi dhcp server di debian 10 (buster).

Catatan : "Kalau Anda menginkan barokah pada waktu dan pekerjaan Anda, luangkan waktu bersama al-Quran di sela-sela kesibukan" Dr. Hasan al Husaini.

#Debian #Sysadmin #DHCP #Server




Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Friday, August 23, 2019

Cara mudah mengubah Banner SSH di Debian 10

Cara mudah mengubah Banner SSH di Debian 10

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara mudah dan cepat mengubah Banner SSH di Debian 10 (Buster) - Disini saya tidak akan menjelaskan apa itu SSH karena sebelum ini sudah aku buatkan artikel mengenai cara install dan konfigurasi SSH di Debian 10 bisa dibaca terlebih dahulu sebelum lanjut kesini. Custom banner SSH ini hanya dapat menarik bagi kita bahwa ini server kita atau identitas server kita. Mungkin itu saja sekilas penjelasan singkat dan bermakna. Nah langsung saja ikuti langkah-langkahnya cara mengubah Banner SSH di Debian 10 :

Langkah pertama, create file baru dengan nama terserah anda disini saya memakai nama "banner.txt" yang penting file tersebut berextensi ".txt" ya. Jangan lupa dicreate didalam folder "/etc/ssh/banner.txt" dengan text editor kesukaan anda. Disini saya memakai text editor "nano" kemudian ketikkan perintah seperti berikut :

root@zonemint:~#nano /etc/ssh/banner.txt

Lalu isikan pesan yang akan muncul pada saat remote ssh tersebut.


Langkah kedua, edit juga config default ssh dimana kita akan mengarahkan file banner yang udah kita agar dapat muncul pada saat kita remote ssh di server debian 10 kita.

root@zonemint:~#nano /etc/ssh/sshd_config

kemudian cari nama "#Banner none" jika sudah ketemu tambahkan script seperti gambar berikut :


Langkah ketiga, setelah itu jangan lupa disimpan konfigurasi tersebut lalu restart service ssh debian 10 dengan command seperti berikut :

root@zonemint:~#/etc/init.d/ssh restart
root@zonemint:~#/etc/init.d/ssh status


Langkah keempat, atau terakhir kita coba remote server debian 10 kita melalui service protokol SSH dan hasilnya seperti berikut ini :


Semoga dapat bermanfaat tutorial cara custom atau mengubah banner SSH di debian 10.

Catatan : "Waktu yang digunakan untuk menunggu atau antri, akan sia-sia jika tidak diisi dengan hal-hal yang bermanfaat" Dr. Khalid Al Mushlih

#Debian #SSH #Sysamin #Buster

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Friday, July 19, 2019

Cara Install dan Konfigurasi SSH Server Debian 10 (Buster)

keyword

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Mudah Install dan Konfigurasi SSH Server Debian 10 - SSH adalah akronim dari Secure Shell yang merupakan sebuah protokol jaringan yang memanfaatkan kriptografi untuk melakukan komunikasi data pada perangkat jaringan agar lebih aman. Dalam konsepnya penggunaan SSH ini harus didukung oleh server maupun perangkat atau komputer klien yang melakukan pertukaran data.
Dengan service tersebut kita dapat remote server kita dengan jarak jauh dengan keamanan yang lebih aman dibandingkan telnet. Konsep SSH tersebut ada 2 sisi server dan client, dimana server menginstall sebuah service ssh supaya nanti dapat diremote client melalui aplikasi pihak ketiga seperti putty. Di debian 10 paket untuk menginstall service SSH yaitu Openssh-server dimana dapat dinstall secara offline dengan DVD atau online dengan koneksi internet. Mungkin itu saja sedikit penjelasannya langsung ke langkah install dan konfigurasinya :

Langkah pertama, install paket openssh-server di debian 10 jangan lupa sebelum ini anda sudah mengadd dvd supaya kita install secara offline dengan command :

root@zonemint:~#apt-get install openssh-server

sebelumnya tekan "y" lalu tekan "enter" untuk mengeksekusinya.


Langkah kedua, secara default supaya kita aman dalam remote server kita jarak jauh, biasanya hanyalah mengganti port ssh yaitu 22 menjadi misal 4696 dll. Dan pada permitelogin root itu anda harus bisa buat apa anda remote server kalau hanya buat monitoring tidak perlu user superuser, namun jika anda mengkonfigurasi laiinya anda harus mengijinkan permitelogin root tersebut. Nah dimana file tersebut ialah "/etc/ssh/sshd_config" cukup anda ketikkan perintah :

root@zonemint:~#nano /etc/ssh/sshd_config


Sebelumnya pada baris tulisan "port 22" tersebut ada tanda pagar, Nah itu kamu hilangkan supaya service SSH berjalan dengan semestinya.

Langkah ketiga, restart dan check status apakah service SSH sudah berjalan dengan baik. Untuk merestart dan mengecheck ketikkan perintah berikut :

root@zonemint:~#/etc/init.d/ssh restart
root@zonemint:~#/etc/init.d/ssh status

Nah dengan begitu kita bisa melihat service SSH kita berjalan dengan baik disisi server.


Langkah keempat, kita remote SSH server disisi client cukup install aplikasi putty dan lakukan remote dengan mengisikan ip address server dan port ssh yang telah disetup tadi.


Langkah kelima, pada saat muncul notifikasi security alert tersebut bahwa remote ssh ke server terdapat authentikasi untuk itu pilih "yes".


Langkah keenam, Alhamdulillah akhirnya kita bisa remote server kita jarak jauh dengan protokol SSH begitu security yang dibilang bagus dibandingkan telnet.


Catatan : "Sebelum maju untuk satu urusan penting, berdiskusilah dengan yang berpengalaman. Karena kalau tidak, anda kan menyesal dan merugi lebih banyak" Dr. Mohammed Abdul-Aziz al-Musnad

#Debian #Sysadmin #SSH





Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Friday, July 12, 2019

Cara Mudah Setting NTP Client di Windows 10

keyword

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Konfigurasi NTP Client di Windows 10 dengan cepat dan mudah - Nah sebelumnya kita sudah bahas mengenai apa itu NTP dan saya tidak akan mengulanginya bisa lihat artikel sebelum ini. sementara itu NTP Client adalah protokol yang dapat menghubungkan ke server NTP dengan baik dan benar. Mungkin itu saja sedikit penjelasannya bisa mengartikan secara global. Setelah itu ikuti langkah-langah konfigurasi NTP Client di Windows 10 :

Langkah pertama, buka control panel dengan bisa tekan WIN + R lalu ketikkan control panel atau tidak searching di kolom yang sudah disediakan dengan mengetikkan "control panel".


Langkah kedua, kemudian pilih menu pada control panel yaitu clock and region, setelah itu pilih date and time.


Langkah ketiga, Jika sudah muncul window baru "Date and Time" pilih menu paling kiri yaitu "Internet time". Kemudian pilih lagi "change settings" nanti akan muncul window baru kemudian isikkan alamat server NTP lokal anda yang telah disetting. Jika sudah diisi lalu lakukan "update now" pastikkan muncul notifikasi sukses.


Langkah keempat, Kita sudah terhubung dengan Server NTP Lokal dengan baik dan benar.


Catatan : " Ketika hati anda cenderung berbuat maksiat & cepat mengikutinya, maka itulah hati yg sakit -Syaikh as Sa'di Dr. Muhammad Abdullah Al-Wuhaibi

#NTP #Windows #Debian #Buster

Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Thursday, July 11, 2019

Cara Install dan Konfigurasi NTP Server Debian 10

keyword

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Install dan Konfigurasi NTP Server Debian 10 (Buster)Network Time Protocol (NTP) adalah sebuah protokol yang digunakan untuk pengsinkronan waktu di dalam sebuah jaringan bisa pada jaringan LAN (Local Area Network) maupun pada jaringan internet dan untuk sinkronisasi jam-jam sistem komputer di atas paket-switching, variabel-latency jaringan data. Mengapa kita perlu setting NTP tersebut? sinkronisasi waktu akan lebih penting jika sewaktu-waktu ada seorang yang menyalah gunakkan haknya untuk mengambil alih server tentunya kita akan lebih tau dari log server dengan mencocokkan waktu tersebut. Setiap negara pun mempunyai server ntp yang dapat kita sinkronisasi ke dalam server lokal atau public kita. Paket install aplikasi NTP di Debian 10 ada 2 yaitu NTPd dan Chrony. Disini kita hanya memakai paket install aplikasi NTPd, sebelumnya teman-teman sudah download 3 DVD Debian 10 lalu tambahkan ke dalam server anda untuk sebagai repository lokal atau offline. Mungkin itu saja sedikit penjelasaanya kita lanjut ke langkah-langkah install dan konfigurasi NTP Server Debian 10 :

Langkah pertama, pastikkan server lokal anda terhubung dengan koneksi internet menggunakkan test ping google.com atau 8.8.8.8, jika sudah replay atau terhubung lakukan install paket NTPd dengan command seperti berikut : 

root@zonemint:~#apt-get install ntp

Setelah mengetikkan perintah tersebut jangan lupa tekan "enter" untuk mengeksekusinya. Dan lakukan tekan "Y" berfungsi kita menyetujui untuk menginstall paket NTPd tersebut.


Langkah kedua, selanjutnya edit file konfigurasi NTPd dimana letak konfigurasinya didalam folder "/etc/ntp.conf". Untuk mengedit file kita bisa menggunakkan text editor CLI yaitu nano, kemudian ketikkan perintah " nano /etc/ntp.conf " jangan lupa tekan "enter" ya. Lalu edit line atau baris "pool 0.debian.pool.ntp.org iburst ....." berikan tanda pager didepan, tambahkan dibawahnya dengan alamat server NTP indonesia dan server lokal kita ke client. Untuk itu bisa dilihat gambar berikut ini :


Langkah ketiga, lakukan allow network lokal kita supaya dapat tersinkronisasi waktu sesuai server lokal kita. Yang dimana kita edit baris "restrict 192.168....." isikan sesuai alamat server lokal kita yang digunakkan seperti 192.168.137.0/24 jika sudah simpan konfigurasi tersebut dengan tekan CTRL+X lalu tekan "Y" jangan lupa tekan "enter" juga.


Langkah keempat, setelah kita selesai edit konfigurasi jangan lupa restart service ntp dengan command :

root@zonemint:~#/etc/init.d/ntp restart
root@zonemint:~#/etc/init.d/ntp status

Perintah yang paling bawah tersebut berguna untuk mengecheck apakah sudah aktive atau belum serive ntp kita.


Langkah kelima, kita check apakah kita dapat terkoneksi dengan server NTP Indonesia di server lokal kita dengan command :

root@zonemint:~#ntpq -p

Nanti akan muncul alamat server NTP sesuai negara masing-masing jadi tidak harus sama ya.


Alhamdulillah kita sudah selesai melakukan Install dan Konfigurasi NTP Server Debian 10 (Buster) untuk uji coba disisi client nanti bisa klik judul beriku ini : Cara setting NTP Client di Windows 10. Mungkin itu saja sedikit sharing mengenai bagaimana kita setting NTP Server di Debian 10 (Buster).

Catatan : "Terus terang akan memberikan ketenangan, berikan penjelasan, karena hal ini akan memojokkan syaitan (menghilangkan su’uzhan)Dr. Ali Musri al Indonesi

#Debian #NTP #Sysadmin #Buster




Sekian dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb

Wednesday, July 10, 2019

Cara Mudah Konfigurasi IP STATIC di Debian 10

keyword

Assalamu'alaikum wr.wb

Cara Mudah Konfigurasi IP STATIC di Debian 10 Buster - Sebelumnya udah pernah saya bahas mengenai apa itu ip? Dan saya tidak akan menjelaskannya cukup tahu bahwa ip sebagai alamat logik yang dapat menghubungkan komputer satu dengan lain baik jarak jauh dan dekat. Debian sendiri adalah sebuah sistem operasi Linux yang sejak lama berdirinya dan sampai saat ini Debian cocok untuk kebutuhan Server anda yang handal. Debian juga memiliki kode nama setiap versi rilis terbaru yang sekarang versi 10 dinamakan "Buster", nama tersebut diambil dari film toy store. Untuk pembaharuan yang dilakukan oleh pengembang Debian ialah sebagai berikut :

Debian 10 buster includes numerous updated software packages (over 62% of all packages in the previous release), such as:


  • Apache 2.4.38
  • BIND DNS Server 9.11
  • Chromium 73.0
  • Emacs 26.1
  • Firefox 60.7 (in the firefox-esr package)
  • GIMP 2.10.8
  • GNU Compiler Collection 7.4 and 8.3
  • GnuPG 2.2
  • Golang 1.11
  • Inkscape 0.92.4
  • LibreOffice 6.1
  • Linux 4.19 series
  • MariaDB 10.3
  • OpenJDK 11
  • Perl 5.28
  • PHP 7.3
  • PostgreSQL 11
  • Python 3 3.7.2
  • Ruby 2.5.1
  • Rustc 1.34
  • Samba 4.9
  • systemd 241
  • Thunderbird 60.7.2
  • Vim 8.1
  • more than 59,000 other ready-to-use software packages, built from nearly 29,000 source packages.


Info tersebut saya ambil dari website resmi debian yaitu https://www.debian.org bisa dikunjungi dengan gratis tanpa dipunggut biaya sedikit pun. Oke lanjut saja ke langkah konfigurasi IP Static di Debian 10 :

Langkah pertama, masuk ke dalam server anda dengan login sebagai superuser. Kemudian check ip address interfaces yang akan dikonfigurasi static. Bagaimana untuk pengecekkannya bisa ketikkan perintah :


setelah itu lakukan action tekan "enter" untuk mengeksekusi perintah tersebut.



Langkah kedua, selanjutnya kita konfigurasi ip address Static di Server anda dimana letak file tersebut berada di "/etc/network/interfaces" lalu tekan "enter". Jika sudah dieksekusi kemudian edit konfigurasi dimana sebelumnya masih mendapatkan ip dhcp namun disini kita buat static. Untuk setting ip static edit config dulunya "dhcp" diganti "static". Dan tambahkan config seperti berikut ini

address 192.168.14.1
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.14.100
dns-servers 8.8.8.8,8.8.4.4


    Nah jika sudah klik CTRL + X lalu tekan "y" dan selanjutnya tekan "enter".



    Langkah ketiga, Jika sudah selesai konfigurasinya jangan lupa restart service tersebut agar bisa jalan.
    Untuk merestartnya ketikkan perintah sebagai berikut :

    root@zonemint:~#/etc/init.d/networking restart
    root@zonemint:~#/etc/init.d/networking status

    Perintah kedua diatas yang pertama untuk merestart service dan yang kedua untuk memastikan apakah service tersebut sudah jalan atau belum.


    Langkah keempat, dicoba untuk check kembali apakah masih tetap sama untuk alokasi ipnya. Jika masih sama lakukan reboot virtual server anda dengan perinta :

    root@zonemint:~#init 6

    Lalu bisa dicoba kembali untuk memastikan.


    Nah alhamdulillah akhirnya selesai juga konfigurasi Ip static di Debian 10 Buster. Jika dirasa masih belum paham bisa tinggalkan pada kolom komentar paling bawah,

    Catatan : "Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba yang memaafkan kecuali keperkasaan, dan tidaklah seseorang merendah karena Allah kecuali Allah akan mengangkatnya" HR Muslim no 2588

    #Debian #Sysadmin #IP #Buster


    Sekian dari saya
    Wassalamu'alaikum wr.wb